
Ilustrasi Tahun Baru Imlek. (freepik)
JawaPos.com - Perayaan Imlek selalu disambut dengan sukacita dan penuh semangat oleh masyarakat Tionghoa di seluruh dunia.
Menurut laman teachwithepi.com, perayaan ini bukan hanya sekadar pesta, tetapi juga sebagai bentuk rasa syukur dan harapan akan kemakmuran yang akan datang di tahun baru.
Berdasarkan kalender Masehi, Tahun Baru Imlek 2025 akan jatuh pada hari Rabu, 29 Januari. Tahun ini adalah Tahun Ular Kayu menurut penanggalan kalender Lunar, yang diwarnai dengan harapan baru dan energi yang penuh kebijaksanaan.
Setiap perayaan Imlek selalu dihiasi dengan berbagai tradisi yang meriah. Di Indonesia, misalnya, suasana Imlek semakin semarak dengan dekorasi merah dan lampion yang menghiasi banyak tempat umum.
Selain itu, pertunjukan barongsai juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam merayakan tahun baru ini, menambah keceriaan dan semangat perayaan.
Dilansir laman timeout.com, perayaan Imlek juga dirayakan di berbagai negara dengan cara yang khas dan penuh keunikan, sesuai dengan tradisi masing-masing.
Hal ini menjadikan Imlek sebagai momen yang penuh makna, baik dalam budaya Tionghoa maupun dalam kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia. Berikut ini berbagai perayaan Tahun Baru Imlek di berbagai negara yang menarik diketahui.
Di Amerika Serikat, khususnya di kawasan yang dikenal dengan nama China Town, warga etnis Tionghoa merayakan Imlek dengan meriah. Mereka menghias toko-toko dengan berbagai ornamen, sementara festival barongsai dan naga turut memeriahkan suasana.
Di China, perayaan Imlek dikenal dengan nama Festival Musim Semi. Menjelang perayaan, banyak rumah dihias dengan cat merah pada pintu depan, karena warna merah dipercaya membawa keberuntungan.
Selain itu, masyarakat juga sering menempelkan pita merah di jendela dan pintu sebagai simbol keberuntungan. Berbagai makanan khas Imlek seperti sup bola ketan, kue beras berbentuk bulan, dan pangsit disajikan untuk merayakan tahun baru.
Ikan juga menjadi hidangan terakhir di malam tahun baru, yang melambangkan kelimpahan. Perayaan berakhir dengan Festival Lampion yang diisi dengan parade, tarian, permainan, dan kembang api pada hari terakhir.
Selama perayaan Imlek di Vietnam, masyarakat Tionghoa biasanya menghiasi rumah dengan pohon kumquat dan bunga-bunga seperti persik, krisan, anggrek, dan gladiola merah.
Selain itu, ada arus mudik besar-besaran di Vietnam, di mana banyak orang kembali ke kampung halaman untuk merayakan Imlek bersama keluarga.
Imlek di Singapura dirayakan dengan makan malam keluarga yang dikenal dengan ‘Tuan Yuan’. Hidangan yang disajikan antara lain lumut laut kering (facia), kurma merah, kacang kering (fuzhu).
Anak-anak juga memberikan hormat kepada orang tua dan menerima angpau. Festival Singapore River Hong Bao, yang sudah ada sejak 1987, menampilkan budaya Tionghoa dengan lentera raksasa dan makanan khas.
