
Sejumlah prajurit TNI mengevakuasi warga dari Desa yang berada di radius berbahaya erupsi Gunung Ibu. (BNPB).
JawaPos.com - Merespons aktivitas Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat sepakat untuk mengungsikan masyarakat segera, utamanya masyarakat yang masih berada di wilayah atau zona bahaya Gunung Ibu.
Keputusan tersebut diambil setelah beberapa pihak terkait melakukan rapat koordinasi di Pos Komando Penanganan Darurat Erupsi Gunung Ibu pada Jumat (17/1). Hadir dalam rapat tersebut Deputi Bidang Sistem Strategi BNPB Raditya Jati, Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat BNPB Andria Yuferryzal, dan perwakilan dari BPBD Maluku Utara.
Selain itu, Bupati Halmahera Barat James Uang, sekda Halmahera Barat, dandim 1501/Ternate, kapolres Halmahera Barat, forkopimda Halmahera Barat, kepala desa dan tokoh masyarakat di wilayah zona bahaya Gunung Ibu juga terlibat dalam rapat tersebut. Sebagai orang nomor satu di Halmahera Barat, James menyatakan bahwa instansinya akan berusaha secepat mungkin memindahkan warga dari zona berbahaya ke area aman.
”Berdasarkan rekomendasi PVMBG pada level IV ini ada enam desa yang dalam radius 5-6 kilometer harus dievakuasi. Warga mengosongkan desa mereka untuk dibawa ke tempat pengungsian, untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi,” kata James.
Enam desa yang dia maksud adalah Desa Sangaji Nyeku, Desa Sosangaji, Desa Tuguis, Desa Togoreba Sungi, Desa Borona, dan Desa Todoke. Seluruhnya berada di Kecamatan Tabaru. Dari enam desa tersebut, warga Desa Sangaji Nyeku sudah dievakuasi oleh Tim Gabungan menuju beberapa titik pengungsian.
Untuk mendukung langkah tersebut, James telah mengeluarkan imbauan tentang Pengendalian dan Pengamanan Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Ibu di Wilayah Kecamatan Tabaru. Imbauan itu ditujukan kepada camat Tabaru dan kepala desa Se-Kecamatan Tabaru.
Lewat imbauan itu, dia menyampaikan agar masyarakat tidak beraktivitas dalam zona rekomendasi bahaya Gunung Ibu, bijak dalam memberikan izin keramaian kepada warga masyarakat, dan ketika terjadi letusan masyarakat menghindari lokasi rawan bencana dan berlindung di tempat aman.
Rapat koordinasi tersebut sekaligus mengaktifkan Pos Komando dengan Dandim 1501/Ternate Kolonel Arm Adietya Yuni Nurtono sebagai Komandan Posko. Kolonel Adietya menyampaikan bahwa fokus utama operasi dalam beberapa hari ke depan adalah meneruskan evakuasi warga dari lima desa tersisa.
”Dari kemarin sudah mengerahkan 260 personil TNI, Polri, Satpol PP dan tenaga kesehatan di lokasi untuk menyiapkan kegiatan evakuasi masyarakat, kurang lebih satu desa dievakuasi. Harapannya dalam dua hari ini dapat menyelesaikan semua proses evakuasi,” ungkap Adietya.
