Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Januari 2025, 01.30 WIB

Kaget Disebut Ada Pengeroyokan, Anak Korban Penembakan di Rest Area KM 45: Saya Merasa Susah Banget Mencari Keadilan di Negara ini

Dua anak korban penembakan, Adik Rizki Agam Saputra dan Agam Muhammad Nazrudin, menceritakan peristiwa penembakan yang merenggut nyawa ayah mereka. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Dua anak korban penembakan, Adik Rizki Agam Saputra dan Agam Muhammad Nazrudin, menceritakan peristiwa penembakan yang merenggut nyawa ayah mereka. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)


JawaPos.com - Salah seorang anak korban penembakan di Rest Area Kilometer 45 Jalan Tol Merak-Tangerang merasa kaget dengan statement yang disampaikan oleh TNI AL bersama Polda Banten pada Senin (6/1). Kekagetan itu disampaikan langsung oleh Agam Muhammad Nazrudin, menurut dia tidak ada pengeroyokan terhadap tiga prajurit TNI AL yang terlibat dalam peristiwa penembakan pada Kamis (2/1).

Berdasar keterangan Agam, pihaknya tidak pernah mengeroyok siapa pun. Sejak awal pengejaran mobil rental milik ayahnya, Ilyas Abdurrahman, mereka sudah menawarkan menyelesaikan masalah secara persuasif.

Bahkan upaya tersebut ditempuh oleh Ilyas meski sudah ditodong menggunakan senjata api dan diancam bakal ditembak. Karena itu, dia kaget saat mendengar laporan awal yang masuk ke TNI AL adalah peristiwa pengeroyokan oleh 15 orang tidak dikenal. 

"Tadi ada statement pengeroyokan, kami itu tidak mengeroyok padahal. Dari awal itu, kami sudah menyarankan persuasif (sejak) waktu dari Saketi. Tapi, ini kami tiba-tiba mendengar ada statement pengeroyokan. Aduh, saya merasa susah banget mencari keadilan di negara ini. Karena nggak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi. Kami tidak mengeroyok," imbuhnya. 

Agam menuturkan, alasan ayahnya mencari pistol dari para pelaku adalah untuk memastikan senjata tersebut tidak digunakan. Sebab, pistol itu sudah ditodongkan oleh pelaku saat mereka berusaha menghalau mobil rental yang dibawa oleh pelaku di wilayah Saketi.

Karena itu, kata Agam, dalam rekaman video terdengar kalimat yang kurang lebih bernada mencari dan memastikan pistol tersebut tidak digunakan oleh tiga orang yang belakangan diketahui sebagai prajurit TNI AL tersebut. 

"Dia lah yang menodongkan pistol di Saketi. Makanya ada di video itu, mana pistol kamu, mana pistol kamu. Jatuhkan," katanya.

"Bapak saya sebenarnya menyelamatkan (diri) untuk menghindari pistol tersebut. Ternyata dari jauh sudah dapat pengawalan, ditembak lah ayah saya dari situ. Pak Ramli (korban luka tembak) kebetulan tertembak di bagian perut. Sekarang lagi di RSCM. Minta doanya. Korban kebetulan dari warga Aceh semuanya," terang Agam.

 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore