
Farhat Abas. (Antara)
JawaPos.com - Selain mengumumkan pengunduran diri Pratiwi Noviyanthi atau Novi dari jabatannya sebagai Ketua Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan, pihak Novi dan yayasan juga menyatakan akan mengalokasikan dana Rp 1,3 miliar hasil donasi Agus Salim untuk membantu korban bencana alam di Lewotobi, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal itu diungkapkan Gerry Julian dan Novi dalam podcast Denny Sumargo. Novi merasa usahanya dalam membantu Agus Salim korban penyiraman dengan air keras sudah selesai.
Merespons keinginan pihak yayasan yang akan memberikan uang hasil donasi Agus Salim mau diberikan ke korban bencana alam di NTT, pengacara Farhat Abbas meradang. Dengan sesumbar dia menyatakan siapapun tidak ada yang bisa mengalihkan dana itu.
"Saya berani taruhan tidak ada satu orang pun di dunia ini yang bisa atau mampu mengalihkan dana itu buat kepentingan siapa pun selain kepentingan penerima manfaat yaitu Agus, termasuk Menteri Sosial tidak bisa memerintahkan uang itu untuk digunakan selain untuk Agus," kata Farhat Abbas kepada wartawan, Sabtu (4/1).
Farhat Abbas meyakini orang-orang di NTT tidak akan mau menerima uang hasil donasi Agus Salim. Sebab, uang itu merupakan haknya orang buta.
Farhat Abbas menegaskan pihaknya akan melaporkan siapapun yang berani mengalihkan uang hasil donasi Agus Salim untuk kepentingan yang lainnya. Jika ingin coba-coba, Farhat Abbas meminta pihak yayasan segera berikan uang Rp 1,3 miliar itu ke pihak lain.
"Apa pun keterangan atau keputusan daripada Novi maupun Pablo, saya berani taruhan kalau kalian berani menghabiskan uang itu, pasti akan dilaporkan, akan dipidanakan," katanya.
Menurut Farhat Abbas, uang itu diberikan secara suka rela untuk tujuan membantu Agus Salim. Secara otomatis dana itu sudah merupakan hak dari Agus Salim.
