
Pekerja saat merapikan beras kemasan di Gudang Beras Food Stasiun Tjipinang, Jakarta Timur. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan bahwa tahun ini Indonesia tidak akan mengimpor sejumlah bahan pangan utama. Termasuk beras, gula, dan garam.
Menurut Zulhas, agar stok tetap cukup, serapan beras dari petani akan sepenuhnya ditampung oleh Bulog, sesuai instruksi Presiden.
“Kita akan menghentikan impor beras dan bahan pangan lainnya. Bulog akan menyerap semua gabah dan jagung yang diproduksi oleh petani untuk menjaga stabilitas harga,” ujar Zulhas, sebagaimana dilansir dari Antara, Rabu (1/1).
Dengan langkah ini, pemerintah optimistis ketahanan pangan Indonesia bisa meningkat, mengurangi ketergantungan pada impor, dan mendukung kesejahteraan petani.
Antisipasi terhadap kebijakan stop impor beras juga dilakukan Kementerian Pertanian (kementan). Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyatakan, pihaknya menyiapkan 90 ribu ton benih unggul padi dan jagung.
Langkah itu untuk memacu peningkatan produktivitas pertanian di 2025. "Kementerian Pertanian menyiapkan 90 ribu ton benih unggul padi dan jagung untuk mencakup 3,7 juta hektare pada tahun 2025," kata Wamentan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (1/1).
Wamentan menyampaikan bahwa langkah itu diambil untuk meningkatkan produktivitas pangan nasional dan mendukung program pemerintah dalam mengurangi impor beras.
Menurut Sudaryono, penyediaan benih unggul akan difokuskan pada daerah-daerah dengan indeks pertanaman (IP) rendah. Sehingga hasil panennya meningkat.
“Pada tahun 2025, Kementan telah menganggarkan lebih dari 3 juta hektare untuk benih padi, sementara sisanya akan disiapkan untuk benih jagung,” jelasnya.
Ia mengatakan, penyediaan benih unggul dapat meningkatkan produktivitas padi hingga 15 hingga 20 persen. Karena itu, Kementan akan fokus pada distribusi benih berkualitas untuk petani di seluruh Indonesia.
Selain itu, Sudaryono juga mendorong Perum Bulog untuk menyerap hasil panen petani, terutama di Jawa Tengah yang merupakan salah satu lumbung pangan nasional.
Menurut dia, serapan hasil panen sangat penting untuk menjaga kestabilan harga pangan dan melindungi petani dari fluktuasi harga pascapanen.
“Bulog harus memastikan serapan gabah petani, terutama di Jawa Tengah, sehingga harga pascapanen dapat tetap stabil. Ini adalah langkah penting agar petani tidak merugi,” tambahnya.
