JawaPos.com-Kementerian Agama (Kemenag) mendapatkan kado spesial menjelang tutup tahun. Mereka berhasil mendapatkan penghargaan keterbukaan informasi publik, dengan nilai yang tinggi. Mengalahkan sejumlah kementerian dan lembaga lainnya.
Kemudian di bawahnya ada Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) dengan 94,20 poin. Lalu ada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dengan 92,00 poin dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan 90,89 poin.
"Alhamdulillah, prestasi ini diraih oleh Kemenag. Ini menjadi penghargaan dan kado akhir tahun bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag," kata Menag Nasaruddin Umar usai menerima penghargaan. Dia mengatakan keterbukaan publik di Kemenag harus terus ditingkatkan. Tujuannya untuk kemajuan dan menjadikan Kementerian Agama lebih baik.
Nasaruddin Umar berharap predikat Kementerian Informatif kali kedua ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Bahkan prestasi ini harus menjadi cambuk bagi seluruh ASN Kemenag. Untuk terus dapat memberikan layanan terbaik bagi masyarakat secara luas.
"Terima kasih kepada seluruh tim dan KIP yang telah memberikan penghargaan ini," katanya. Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengatakan, penghargaan sebagai lembaga Informatif itu membuktikan bahwa Kemenag semakin terbuka dan informatif dalam pengelolaan informasi publik.
Dalam kesempatan yang sama Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) Donny Yoegiantoro menyampaikan bahwa ada beberapa kualifikasi yang dimonitoring dan dievaluasi oleh KIP itu. Diantaranya Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Perguruan Tinggi Negeri, Lembaga Non Struktural, Pemerintah Provinsi, Lembaga Negara dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian, dan Kementerian. "Ada 363 Kementerian/Lembaga yang dimonitoring dan dievaluasi. Sebanyak 162 mendapat predikat informatif, 139 tidak informatif," tandas Donny.
Selain Kemenag, ada lima perguruan tinggi binaan Kemenag yang juga mendapat penghargaan Informatif. Yaitu Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung (97,50 poin), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (97,13 poin), dan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang (96,97 poin). Kemudian Institut Agama Islam Negeri Kediri (96,28 poin) serta Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang (95,80 poin). (*)