Logo JawaPos
Author avatar - Image
01 April 2021, 19.03 WIB

Pindad Produksi 25 Ribu Senapan Serbu untuk Latihan Komcad

Senjata produksi PT Pindad. (Foto: M Ridwan/JawaPos.com) - Image

Senjata produksi PT Pindad. (Foto: M Ridwan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Komitmen pemerintah mendukung industri pertahanan (inhan) dalam negeri diwujudkan melalui berbagai program. Di Kementerian Pertahanan (Kemhan) pembentukan komponen cadangan atau komcad turut sinergi dengan inhan dalam negeri. PT Pindad yang berbasis di Bandung, Jawa Barat, mendapat pesanan 25 ribu pucuk senjata SS2-V5 A1.

Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose memastikan bahwa pesanan tersebut sudah selesai dikerjakan oleh perusahaan yang dia pimpin. Produksi senapan serbu itu termasuk dalam prioritas produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) di PT Pindad. "Untuk mendukung komcad, sebanyak 25 ribu pucuk (senjata) sekarang sudah selesai," kata Abraham.

Tidak hanya itu, Abraham turut menunjukkan langsung senjata yang dibuat oleh PT Pindad untuk mendukung pembentukan komcad. Berdasar data spesifikasi yang diperlihatkan, senapan serbu untuk komcad berkaliber 5,56 milimeter x 45 milimeter. Senjata tersebut juga dibekali magasin berkapasitas 30 butir amunisi. Sedang jarak tembak efektifnya sejauh 200 meter.

Direktur Bisnis Produk Hankam PT Pindad Wijil Jadmiko Budi menyampaikan bahwa SS2-VT A1 untuk komcad berbeda dengan senapan serbu yang dipakai oleh prajurit TNI. "Lebih pendek, artinya untuk mobilisasinya sangat ringan. Lalu dilengkapi juga vertical grip untuk jadi pegangan tangan langsung ke hand guard," bebernya. Diakui olehnya, senjata itu merupakan produk baru.

Di samping spesifikasi teknis yang disampaikan oleh Abraham, Wijil menyatakan senapan serbu untuk komcad juga bisa ditambahi telescope dan laser. "Tinggal ditempelkan," imbuhnya. Senjata tersebut dipastikan berbeda dengan senjata untuk prajurit TNI AD lantaran dibuat untuk komcad yang notabene direkrut dari masyarakat sipil. "Jadi, berbeda dengan senjata TNI yang ada sekarang," tambahnya.

Meski dibuat khusus untuk komcad, SS2-VT A1 hanya dipakai latihan. Bukan untuk diberikan atau dibawa oleh masyarakat yang nantinya lolos masuk komcad. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Biro Humas Setjen Kemhan Marsekal Pertama TNI Penny Radjendra. "Penting untuk dicatat, bahwa penggunaan senjata untuk komcad digunakan pada saat latihan. Jadi, bukan nanti (senjata) komcad dibawa-bawa pulang. Tidak seperti itu," tegasnya.

Senjata tersebut ditekankan oleh Penny, hanya untuk latihan. "Tidak akan dibawa komcad di luar latihan, itu untuk latihan," jelasnya. Perwira tinggi bintang satu itu menyatakan, pelatihan-pelatihan serupa yang dilakukan personel TNI dibutuhkan supaya komcad memiliki kemampuan fisik kuat. Termasuk latihan menggunakan senjata. "Pelatihan-pelatihan semacam yang militer itu untuk meningkatkan, pertama dari secara fisik biar kuat dan latihan dasar kemiliteran," jelasnya.

Selain pesanan Kemhan untuk komcad, PT Pindad memprioritaskan pesanan empat miliar amunisi yang dipesan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Kemudian ada pula pesanan kendaraan khusus seperti kendaraan taktis (rantis) Maung serta pesanan kendaraan tempur (ranpur) Anoa dan medium tank. Tidak hanya untuk TNI, PT Pindad juga membuat pesanan untuk diekspor ke luar negeri. Dari data yang mereka miliki, ekspor alutsista buatan PT Pindad tahun ke tahun kian banyak.

Penny menambahkan, produksi alutsista yang dikerjakan oleh PT Pindad merupakan salah satu wujud dukungan pemerintah terhadap inhan dalam negeri. "Bahwa konsen Kemhan terhadap industri (pertahanan) dalam negeri itu tinggi," jelasnya. Itu juga menjadi bagian dari upaya pemerintah terus mengembangkan inhan dalam negeri. Sehingga tidak hanya tumbuh, inhan dalam negeri juga sanggup memenuhi kebutuhan alutsista TNI.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=u1hFYFQnLHs

Editor: Edy Pramana
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore