
Drama Korea When the Phone Rings tuai kontroversi. (IMDb)
JawaPos.com - When the Phone Rings menjadi salah satu drama Korea yang banyak dibincangkan di media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Drakor yang tayang di MBC TV dan juga layanan streaming Netflix ini pun baru saja merilis episode terakhirnya pada Sabtu (4/1).
Sekadar informasi, When the Phone Rings adalah drakor yang diadaptasi dari web novel berjudul sama karya Geon Eoumul Nyeo. Episode pertama dari versi adaptasi drakornya pun sudah tayang sejak November 2024 lalu.
Kisah drakor ini berfokus pada pasangan suami-istri yang tidak saling bicara selama tiga tahun pernikahan mereka karena dijodohkan. Lalu, pada suatu hari mereka dapat telepon berupa ancaman penculikan yang kemudian mulai mengubah hubungan keduanya.
Drakor ini pun terbilang selalu ramai jadi bahan perbincangan di media sosial setiap kali merilis episode terbarunya. Selain karena jalan ceritanya yang menegangkan dan penuh misteri, chemistry Chae Soo-bin dan Yoo Yeon-seok sebagai pemeran utama juga sukses mencuri perhatian.
Episode terakhir dari drama Korea ini secara garis besar sebenarnya dinilai memuaskan karena berhasil menyelesaikan berbagai konflik di ceritanya dengan tuntas. Meski begitu, final episode dari drakor When the Phone Rings juga tak lepas dari kontroversi di media sosial.
Dilansir dari Koreaboo, episode terakhir drama Korea When the Phone Rings mendapat kecaman dari warganet. Hal ini berkaitan dengan salah satu adegan yang ada di episode tersebut.
Dalam adegannya karakter Na Yu-ri (diperankan Jang Gyu-ri) terlihat sedang membawakan berita perang antara dua negara, yaitu Paltima dan Izmael. Yu-ri mengabarkan bahwa pihak Paltima kerap menyerang Izmael, serta menyandera warga Korea Selatan.
Paltima dan Izmael yang ada di adegan tersebut memang merupakan sebuah negara fiktif. Meski begitu, Paltima dan Izmael diduga adalah parodi dari masing-masing negara Palestina dan Israel yang tengah berkonflik.
Kecaman warganet pun tak sebatas pada parodi tersebut saja. Sebab, drakor ini dianggap menggiring opini kalau pihak Paltima (Palestina) adalah yang menyerang Izmael (Israel) secara keji.
Lalu, terungkap juga bahwa momen pembacaan berita tentang konflik Paltima dan Izmael sebenarnya tidak ada di versi web novel. Jadi, adanya konflik dua negara fiktif di adegan itu diduga murni keinginan sutradara atau penulis.
Hal inilah yang kemudian membuat warganet mengecam sutradara Park Sang-woo serta Kim Ji-woon selaku penulis naskahnya. Tak hanya itu, MBC TV selaku pihak yang memproduksi drakor ini juga dituntut untuk menghapus adegan tersebut dan meminta maaf.
Sayangnya, sampai artikel ini ditulis masih belum ada pernyataan apapun dari tim produksi When the Phone Rings dan pihak MBC terkait kontroversi ini.
