Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Maret 2026, 14.17 WIB

Jangan Dipaksakan! Microsleep Jadi Ancaman Nyata Pemudik, Ini Cara Mudah Mencegahnya

Ilustrasi seorang pengemudi yang menepi sejenak karena mengalami gejala microsleep akibat kelelahan. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang pengemudi yang menepi sejenak karena mengalami gejala microsleep akibat kelelahan. (Freepik)

JawaPos.com - Perjalanan mudik Lebaran sering kali menempuh jarak ratusan hingga ribuan kilometer. Kondisi tersebut membuat pengemudi berisiko mengalami microsleep, yaitu kondisi tertidur sejenak tanpa disadari yang bisa berlangsung antara 1 hingga 10 detik.

Meski terlihat singkat, microsleep sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kendaraan kehilangan kendali.

Banyak kecelakaan di jalan tol maupun jalur arteri saat arus mudik diduga dipicu oleh kelelahan pengemudi dan microsleep. Ketika tubuh terlalu lelah dan dipaksa tetap berkendara, otak bisa “mematikan” kesadaran sejenak sebagai mekanisme perlindungan alami.

Apa Itu Microsleep?
Microsleep adalah kondisi ketika seseorang tertidur sangat singkat tanpa disadari. Biasanya terjadi ketika tubuh sangat lelah, kurang tidur, atau berkendara terlalu lama tanpa istirahat.

Saat microsleep terjadi, pengemudi tidak merespons kondisi jalan, sehingga sangat berbahaya terutama ketika melaju dengan kecepatan tinggi.

Tanda-Tanda Pengemudi Mengalami Microsleep

Ada beberapa gejala yang biasanya muncul sebelum microsleep terjadi, antara lain:

  • Mata terasa berat dan sering berkedip
  • Menguap berulang kali
  • Sulit fokus pada jalan
  • Keluar jalur tanpa disadari
  • Tidak ingat beberapa kilometer terakhir yang telah dilalui
  • Kepala terasa berat dan sering mengangguk

Jika tanda-tanda tersebut muncul, pengemudi sebaiknya segera berhenti dan beristirahat.

Cara Mengatasi dan Mencegah Microsleep Saat Mudik

Agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah microsleep:

1. Tidur yang Cukup Sebelum Berangkat
Pastikan pengemudi tidur minimal 6–8 jam sebelum memulai perjalanan jauh agar kondisi tubuh tetap prima.

2. Istirahat Setiap 2–3 Jam
Saat perjalanan jauh, berhentilah di rest area atau tempat istirahat setiap 2–3 jam untuk meregangkan otot dan memulihkan konsentrasi.

3. Bergantian Mengemudi
Jika memungkinkan, ajak pengemudi cadangan agar bisa bergantian menyetir selama perjalanan.

4. Konsumsi Minuman Berkafein Secukupnya
Kopi atau teh bisa membantu meningkatkan kewaspadaan, namun jangan dijadikan satu-satunya cara mengatasi kantuk.

5. Hindari Berkendara Saat Jam Rawan Kantuk
Biasanya microsleep sering terjadi pada pukul 01.00–05.00 dini hari dan 13.00–15.00 siang, saat tubuh secara alami mengalami penurunan energi.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore