Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Oktober 2025, 05.03 WIB

Baru Menikah dan Bingung Kelola Keuangan? Terapkan 6 Strategi Ini untuk Pondasi Finansial Kuat!

Ilustrasi mengelola keuangan setelah menikah bersama pasangan (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi mengelola keuangan setelah menikah bersama pasangan (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Menikah bukan hanya tentang mengucapkan janji suci dan berbagi cinta, tetapi juga tentang bagaimana dua individu dengan latar belakang dan kebiasaan berbeda bisa bersatu dalam mengelola kehidupan bersama, termasuk urusan keuangan.

Setelah pesta usai dan kehidupan rumah tangga dimulai, realitas pengelolaan finansial sering kali menjadi tantangan baru yang harus dihadapi berdua. Tak sedikit pasangan yang terkejut saat menyadari bahwa kebiasaan kecil seperti cara berbelanja atau menabung bisa menimbulkan perbedaan pendapat yang besar.

Selain itu, tidak sedikit pasangan baru yang merasa kebingungan saat menyatukan dua kebiasaan finansial menjadi satu sistem keluarga. Melansir dari Deposito BPR disebutkan bahwa memahami gaya pengeluaran masing-masing dan menyusun anggaran bersama dapat menjadi fondasi penting agar keuangan rumah tangga tak menjadi sumber konflik. Sementara itu, portal Glints menyebut bahwa tanpa diskusi terbuka dan perencanaan ke depan, kondisi finansial pasangan bisa mengalami tekanan yang bisa berujung pada stres atau keputusan keuangan yang kurang matang. 

Berikut adalah 6 cara yang bisa diaplikasikan oleh pasangan yang baru menikah agar keuangan bersama bisa dikelola dengan bijak:

1. Bicarakan Gaya Pengeluaran dan Kebiasaan Finansial Masing-Masing

Sebelum membuat anggaran atau membuka rekening bersama, penting bagi suami-istri baru untuk duduk bersama dan mengungkapkan bagaimana mereka memandang uang, siapa yang lebih suka menabung, siapa yang mudah tergoda berbelanja, bagaimana pandangan masing-masing terhadap utang. Kejujuran dalam pembicaraan keuangan adalah kunci untuk menghindari konflik di masa depan. Diskusi ini memungkinkan kedua pihak menciptakan "bahasa keuangan bersama" sehingga saat ada keputusan keuangan dibuat, keduanya merasa dilibatkan dan bersatu dalam arah yang sama.

2. Susun Anggaran, Tentukan Rekening Bersama & Pribadi

Setelah saling memahami kebiasaan finansial masing-masing, selanjutnya adalah menyusun anggaran bersama. Disarankan agar pasangan menentukan total penghasilan bersih, lalu memproyeksikan pengeluaran rutin, ditambah tabungan dan dana darurat. Selain itu, ada dua model rekening yang populer, satu rekening bersama untuk kebutuhan rumah tangga (tagihan listrik, cicilan, belanja bulanan) serta rekening pribadi masing-masing untuk pengeluaran pribadi. Model ini membantu menjaga keseimbangan antara "kita" dan "saya" secara finansial.

3. Tetapkan Tujuan Finansial Bersama dan Rencana Investasi

Selama ini, banyak pasangan yang hanya fokus pada pengeluaran harian padahal penting juga untuk menetapkan target jangka menengah atau panjang seperti rumah, pendidikan anak, atau pensiun. Pasangan muda sebaiknya menabung untuk tujuan bersama, menghindari pengeluaran impulsif, dan mulai berinvestasi meskipun dari jumlah kecil. Dengan memiliki visi bersama misalnya "melunasi utang dalam 3 tahun" atau "mempunyai dana pendidikan 5 tahun ke depan" pasangan bisa menyesuaikan pola hidup dan prioritas demi mencapai tujuan.

4. Kelola Utang dan Hindari Pengeluaran Impulsif

Pernikahan sering kali membawa fri­ksi ketika salah satu pasangan berutang tanpa diskusi atau membeli barang mahal tanpa dikonsultasikan. Salah satu kesalahan besar adalah tidak memiliki aturan atau transparansi dalam pengeluaran. Oleh karena itu, buatlah aturan bersama, kapan boleh melakukan pembelian besar, berapa batas pengeluaran pribadi, dan bagaimana menangani utang individu atau utang bersama. Ini membantu menghindari konflik dan menjaga keuangan tetap terkendali.

5. Buat Dana Darurat dan Review Keuangan secara Berkala

Tak ada yang bisa memprediksi kejadian tak terduga, ketika salah satu pasangan kehilangan pekerjaan, kondisi medis muncul, atau ada kebutuhan besar mendadak. Disarankan agar setelah menikah, pasangan mulai menyiapkan dana darurat sebagai fondasi stabilitas keuangan. Setelah itu, jadwalkan "check-in keuangan" tiap beberapa bulan. Re-evaluasi anggaran, pengeluaran, serta target dari waktu ke waktu. Bila situasi berubah seperti naik gaji, punya anak, atau pindah rumah, rencana keuangan juga harus fleksibel ikut menyesuaikan.

6. Bangun Komunikasi Keuangan yang Terbuka dan Komit Tepat

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore