
Ilustrasi pria sedang bersikap impulsif. (Freepik)
JawaPos.com – Impulsif merupakan sikap kecenderungan untuk bertindak tanpa memikirkan konsekuensinya. Bagi sebagian orang, impulsivitas hanyalah sifat karakter seseorang untuk bersikap secara spontan.
Sikap impulsif kerap kali menimbulkan banyak masalah, dikarenakan tindakan yang dilakukan secara spontan mengakibatkan kurangnya memikirkan akan resiko atau akibat akan perilaku tersebut.
Dilansir dari laman Very Well Health, berikut beberapa hal yang berkaitan dengan orang yang bersikap impulsif diantaranya.
Jenis-jenis impulsif
· Impuls motorik: Bertindak tanpa berpikir, yang dapat mencakup apa saja mulai dari memukul dan berteriak hingga sekadar melompat dan mondar-mandir
· Impulsivitas kognitif: Pengambilan keputusan cepat tanpa memikirkan konsekuensinya
· Tidak berencana: Bertindak tanpa memikirkan masa depan
Penyebab impulsif
Korteks prefrontal adalah bagian otak yang bertanggung jawab untuk mengendalikan impuls. Ada beberapa wilayah di dalam korteks prefrontal. Wilayah-wilayah ini berinteraksi dengan zat-zat kimia pada saraf.
Zat-zat tersebut terdapat seperti serotonin untuk mengendalikan fungsi-fungsi seperti perhatian selektif, pemilihan respons, pengendalian motivasi, dan penghambatan perilaku. Zat-zat yang dapat menyebabkan impulsivitas termasuk obat-obatan rekreasional.
Faktor risiko
Setiap orang berperilaku impulsif dari waktu ke waktu, tetapi impulsivitas yang berlebihan dapat menjadi tanda adanya masalah yang mendasarinya. Gangguan atau pengaruh lingkungan tertentu dapat membuat seseorang berisiko lebih tinggi untuk berperilaku impulsif. Seperti:
· Predisposisi Genetik
· Tumbuh dalam lingkungan dimana orang dewasa berperilaku impulsif
