Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Januari 2025, 22.43 WIB

Wajib Tahu, Strategi Ampuh untuk Mengatasi Quarter Life Crisis agar Tidak Terbebani Sesuatu yang Belum Pasti Terjadi

Quarter Life Crisis pada usia 20 tahun. (LinkedIn) - Image

Quarter Life Crisis pada usia 20 tahun. (LinkedIn)

JawaPos.com - Masa transisi menuju dewasa merupakan masa-masa yang sulit. Usia dewasa awal ini umumnya terjadi pada individu yang berusia 18-30 tahun.

Pada tahap usia dewasa awal, beberapa orang dapat mengalami quarter life crisis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Nail Hidaya, Afandi dan Muslim Afandi Quarter, pada jurnal yang berjudul Quarter Life Crisis: Bentuk Kegagalan Ego Merealisasikan Superego di Masa Dewasa Awal, Quarter Life Crisis dapat dimaknai sebagai perasaan putus asa, ditandai dengan ketidakberdayaan, keraguan, serta ketakutan pada pilihan-pilihan hidup.

Selama masa kuliah kita seringkali Anda bingung dalam menentukan arah dan tujuan hidup. Setelah lulus dan menyandang gelar “fresh graduate” Anda akan mulai mempertanyakan pekerjaan apa yang akan dijalani di masa depan. Pada proses  mencari pekerjaan seseorang sering merasa ragu terhadap dirinya karena tidak yakin untuk untuk menentukan pilihan yang pasti untuk hidupnya. kondisi ini diperburuk dengan kebiasaan membandingkan pencapaian diri orang lain, sehingga menyebabkan perasaan tidak berharga pada diri sendiri. 

Mengutip laman resmi ugm.ac.id, berdasarkan pendapat dari Azri Agustin, M.Psi., Psi, seorang psikolog klinis Fakultas Psikologi UGM, beberapa ciri seseorang yang sedang mengalami quarter life crisis adalah mulai meragukan kemampuan yang ada di dalam diri dalam memenuhi apa yang menjadi tujuannya, perasaan cemas tentang nasib di masa depan misalnya kekhawatiran tentang mendapatkan pekerjaan, dan yang ketiga adalah mulai menanyakan eksistensi hidup, seperti pertanyaan mendalam mengenai apa tujuan dari diri ini dilahirkan di dunia. 

Seseorang yang telah dianggap dewasa dalam tatanan sosial, sering diharapkan sudah mampu menggenggam masa depan mereka. 

Dalam konteks sosial, pertanyaan masyarakat tidak pernah ada habisnya, Anda akan dihadapkan dengan tekanan seperti kapan memperoleh pekerjaan, kapan mulai memilih pasangan hidup, kapan menikah dan berkeluarga, kapan memulai untuk memiliki anak, atau sudahkah Anda bergabung pada komunitas tertentu. Harapan-harapan ideal tersebut dapat menjadi beban tersendiri apabila tidak diimbangi dengan kesiapan dan kemampuan. Sehingga, dalam kondisi quarter life crisis individu sering mengalami kecemasan dan depresi pada kehidupanya.

Ketidakseimbangan antara tuntutan dengan kemampuan seseorang pada tahap dewasa awal yang seringkali belum memiliki apa-apa, dirasa sangat membebani pikiran. Kondisi ini juga diperparah dengan keberadaan sosial media, yang mendorong seseorang untuk terus membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain. 

Melansir dari Forbes.com cara yang tepat untuk mengatasi perasaan mengganggu pada Quarter Life Crisis yaitu, dengan melakukan metode “Berhenti Sejenak” atau P A U S E.

  1. Practice mindfulness

Fokuskan diri pada momen saat ini. Luangkan waktu setiap hari untuk memahami diri sendiri, dengan menanyakan bagaimana perasaan di dalam diri Anda, dan bagaimana pikiran Anda sekarang. Tuliskan pada jurnal untuk melihat pola perasaan yang muncul pada diri Anda

  1. Acknowledge your past

Fase ini adalah kesempatan yang besar bagi Anda untuk melihat hidup. Melihat ke masa lalu bukanlah untuk menyalahkan orang lain dalam hidup Anda, namun merenungkan kembali nilai-nilai yang ditanamkan pada diri Anda sewaktu kecil yang dapat membentuk diri Anda hingga saat ini.

  1. Understand you now

Mulai pikirkan apa yang menjadi keinginan Anda di hidup ini. Tentukan apa arti kesuksesan bagi hidup Anda. Nilai apa arti bahagia yang sehat untuk Anda. 

  1. Stop judging yourself

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore