
Ilustrasi tiga bersaudara. (freepik)
JawaPos.com - Dalam kehidupan keluarga, hubungan anak dan orang tua merupakan hal yang penting. Begitupun hubungan antara saudara dalam satu keluarga.
Namun, yang paling sering ditemukan adalah anak tengah yang digambarkan sebagai anak paling kurang kasih sayang.
Hal ini dikarenakan, anak tengah diapit oleh kakak dan adiknya, selalu mendapatkan perlakuan yang berbeda aau bahlan lebih.
Sosok anak tengah, terkadang kalah silau dengan kakak atau dengan si adik yang masih perlu perhatian.
Melansir dari Psychology Today, ini disebut sebagai Sindrom Anak Tengah (Middle Child Syndrome), yakni keyakinan bahwa anak tengah merasa terpinggirkan, diabaikan, atau bahkan ditelantarkan karena urutan kelahiran.
Mereka mungkin merasa tidak mendapatkan perhatian yang sama seperti yang diterima anak sulung atau anak bungsu.
Karakteristik Anak Tengah
Dikutip dari Parents.com, karena posisinya di antara kakak dan adik, anak tengah memiliki karakteristik tertentu, antaranya:
Penengah dan Penghubung: Anak tengah sering berperan sebagai penghubung antara kakak dan adik.
Mereka memiliki keterampilan komunikasi yang baik untuk mencari kesepakatan di antara saudaranya.
Hal ini juga didasari dengan rasa kooperatif dan pengertian yang tumbuh dalam dirinya.
Kompromis dan Mudah Bersepakat: Karena sering berada di tengah konflik antara kakak dan adik, anak tengah belajar untuk berkompromi dan mudah bersepakat, sehingga ini menjadi dasar fleksibilitas dalam hidupnya.
Mandiri: Karena perhatian orang tua yang terbagi sejak kecil, anak tengah cenderung lebih mandiri.
Mereka belajar untuk mengurus diri sendiri dan tidak terlalu bergantung pada orang tua.
Bijaksana dan Pendengar yang Baik: Anak tengah cenderung lebih bijaksana dan menjadi pendengar yang baik.
Mereka mampu menempatkan diri dalam berbagai situasi dan memahami perspektif yang berbeda.
Kompetitif: Anak tengah mungkin merasa perlu bersaing dengan kakak dan adiknya untuk mendapatkan perhatian dari orang tau. Mereka mungkin merasa tertekan untuk mengejar kesuksesan kakaknya atau tidak tertinggal dari adik.
Melansir Health Line, jika tidak mendapatkan perhatian yang cukup, anak tengah memiliki potensi untuk memberontak untuk mendapatkan validasi di luar lingkungan keluarga.
Untuk itu, penting untuk memberikan perhatian yang tepat kepada anak tengah. Sebab, beberapa karakteristik yang terbentuk di masa kanak-kanak dapat berlanjut hingga dewasa.
