
Ilustrasi Tahun Ular Kayu. (Vecteezy)
JawaPos.com – Setiap tahunnya, ada satu kepercayaan yang menjadi perhatian utama bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang mengikuti tradisi astrologi Tionghoa.
Konon, setiap orang memiliki "Tahun Shio" atau Tahun Zodiac yang dianggap penuh tantangan dan bahkan sial.
Pada tahun ini, ada satu sosok yang perlu diperhatikan, yaitu Tai Sui, atau dikenal juga sebagai Dewa Usia.
Dalam kepercayaan Tionghoa, tahun kelahiran seseorang yang bertepatan dengan shio mereka diyakini dapat menimbulkan kesialan karena mereka dianggap melawan Dewa Usia.
Lalu, bagaimana cara menyikapi hal ini agar kita tetap bisa meraih keberuntungan sepanjang tahun?
Siapa itu Tai Sui atau Dewa Usia?
Dilansir dari China Highlights, Tai Sui atau Dewa Usia sebenarnya bukanlah bintang yang nyata, melainkan sebuah konsep yang erat kaitannya dengan pergerakan planet Jupiter. Setiap 12 tahun sekali, posisi Tai Sui berputar, dan setiap orang yang lahir di tahun yang sama dengan posisi Tai Sui dipercaya akan mendapat dampak buruk. Tahun kelahiran mereka, atau yang disebut sebagai "Tahun Shio," adalah saat di mana mereka secara simbolis melawan Tai Sui, sehingga membawa kesialan.
Tai Sui tidak berwujud seperti bintang lainnya, namun dipercaya dapat membawa kesialan bagi mereka yang lahir pada tahun yang sama dengan posisi Tai Sui. Dalam tradisi Tionghoa, orang-orang akan mempersembahkan kurban kepada Tai Sui untuk memohon perlindungan dari nasib buruk. Meskipun begitu, masih ada cara untuk menghindari dampak buruk ini.
Mengapa Tahun Shio Itu Dianggap Tahun Sial?
Mengutip penjelasan dari artikel China Highlights, dalam astrologi Tionghoa, setiap orang memiliki Ben Ming Nian (tahun shio mereka) yang dianggap sebagai tahun sial. Ini karena pada tahun shio mereka, seseorang diyakini telah menyinggung Tai Sui (Dewa Usia). Menurut kepercayaan Tionghoa, Tai Sui memiliki pengaruh besar terhadap takdir individu dan mengatur kehidupan mereka di tahun tersebut. Ketika seseorang memasuki tahun shionya, mereka dikatakan sedang dalam konflik dengan Tai Sui, yang dapat mendatangkan nasib buruk.
Mereka yang berada di tahun shio mereka disarankan untuk lebih berhati-hati dalam bertindak dan bersikap, karena dipercaya tahun tersebut akan penuh dengan rintangan, tantangan, dan kejadian yang tidak menguntungkan. Oleh karena itu, pengikut astrologi Tionghoa sangat memperhatikan perilaku mereka selama tahun-tahun ini untuk menghindari kemarahan dari Tai Sui.
Misalnya, pada tahun ini Tahun Ular Kayu, yang merupakan tahunnya shio Ular, dikutip dari Hola, mereka yang lahir di tahun Ular (seperti 1929, 1941, 1953, 1965, 1977, 1989, 2001, 2013, 2025) akan memasuki Ben Ming Nian mereka. Dalam kepercayaan astrologi Tionghoa, ini adalah tahun yang penuh dengan potensi tantangan dan kesulitan. Oleh karena itu, mereka disarankan untuk lebih berhati-hati dan bijaksana dalam setiap langkahnya, agar dapat menghindari hal-hal buruk yang dapat terjadi akibat konflik dengan Tai Sui.
Cara Menghindari Kesialan di Tahun Shio
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi kesialan akibat Tai Sui di Tahun Shio menurut China Highlights. Berikut beberapa langkah yang diyakini dapat mendatangkan keberuntungan:
Memakai Warna Merah Warna merah adalah simbol keberuntungan dalam budaya Tionghoa. Merah dipercaya dapat mengusir energi negatif dan membawa keberuntungan. Selama Tahun Shio, mengenakan pakaian merah, seperti sabuk merah, kaos kaki merah, atau bahkan pakaian dalam merah yang dibeli oleh orang lain, dapat membantu mengusir kesialan.
