
Ilustrasi ibu dan anak. (Freepik)
JawaPos.com - Menavigasi perairan emosional dari suatu hubungan dengan anak dewasa bisa jadi rumit. Terkadang, perilaku kita yang mendarah daging dapat menjadi penghalang untuk membentuk hubungan yang dalam dan bermakna. Sebagai orang tua dan psikolog yang berpengalaman, saya telah mengidentifikasi tujuh perilaku utama yang sering menghalangi orang tua untuk membangun ikatan emosional yang kuat dengan anak-anak mereka yang sudah dewasa.
Ini adalah kebiasaan yang mungkin secara tidak sadar kita pegang, tetapi sangat penting untuk memahami dampaknya. Di bagian berikut, kita akan mempelajari perilaku ini, memahami mengapa perilaku tersebut bermasalah dan bagaimana kita dapat menghindarinya secara sadar. Mari jelajahi tujuh perilaku ini dan mulailah perjalanan kita menuju pemahaman dan komunikasi yang lebih baik.
1) Berpegang teguh sebagai pendisiplin
Pada tahun-tahun awal mengasuh anak, peran Anda sering kali melibatkan penetapan batasan dan aturan untuk membimbing anak Anda. Namun, saat anak Anda tumbuh menjadi orang dewasa, peran pendisiplinan ini menjadi kurang relevan dan dapat menjadi penghalang hubungan emosional. Banyak orang tua merasa sulit untuk beralih dari peran pendisiplin menjadi mentor atau teman.
Hal ini dapat dimengerti, karena melibatkan perubahan dinamika yang signifikan. Namun, mempertahankan peran ini dapat menyebabkan perasaan dendam atau frustrasi pada anak Anda yang sudah dewasa. Hormati kemandirian dan kedewasaan mereka. Lihat mereka sebagai orang dewasa yang mampu membuat keputusan sendiri. Saatnya untuk menghentikan topi pendisiplinan dan terlibat dengan anak dewasa Anda secara setara.
2) Memanjakan diri dengan perangkap perbandingan
Perbandingan bisa menjadi penghalang untuk membentuk ikatan emosional yang mendalam dengan anak Anda yang sudah dewasa. Baik itu membandingkan mereka dengan saudara kandungnya, anak teman Anda, atau bahkan diri Anda yang lebih muda, perilaku seperti itu dapat menimbulkan perasaan tidak mampu dan dendam. Sangat penting untuk diingat bahwa anak Anda yang sudah dewasa adalah dirinya sendiri.
Mereka memiliki kekuatan, kelemahan, dan pengalaman hidup yang unik yang membentuk mereka. Akui individualitas mereka dan tahan keinginan untuk membandingkan perjalanan mereka dengan perjalanan orang lain. Rangkul keunikan mereka dan hargai mereka apa adanya, bukan seperti yang Anda kira seharusnya. Saat Anda melepaskan perbandingan, Anda menciptakan ruang untuk hubungan yang tulus berdasarkan rasa saling menghormati dan pengertian.
3) Melintasi batas
Batasan sangat penting dalam setiap hubungan, termasuk hubungan dengan anak Anda yang sudah dewasa. Saat anak Anda tumbuh dan menjadi dewasa, penting untuk mengenali dan menghormati ruang pribadi dan otonomi mereka. Melintasi batas-batas ini, apakah itu menerobos kehidupan pribadi mereka tanpa diundang atau membuat keputusan atas nama mereka tanpa persetujuan mereka, dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman dan menjauhkan mereka. Pilihan hidup mereka adalah milik mereka untuk dibuat. Tawarkan saran saat ditanya, tetapi hormati keputusan mereka meskipun Anda tidak setuju dengan mereka. Ini tidak hanya membantu menjaga keharmonisan dalam hubungan Anda, tetapi juga menumbuhkan rasa saling menghormati dan pengertian.
4) Tidak mengakui dan memvalidasi perasaan mereka
Validasi emosional sangat penting dalam hubungan apa pun, dan tidak ada bedanya dengan anak Anda yang sudah dewasa. Mengabaikan atau meminimalkan perasaan mereka dapat menyebabkan jarak emosional dan gangguan dalam komunikasi. Baik mereka mengungkapkan kegembiraan, kesedihan, frustrasi, atau ketakutan, penting untuk mengakui perasaan mereka dan memvalidasi emosi mereka. Ini menunjukkan bahwa Anda menghormati mereka dan perspektif mereka.
Alih-alih menawarkan nasihat yang tidak diminta atau mencoba "memperbaiki" sesuatu untuk mereka, terkadang yang mereka butuhkan hanyalah telinga yang mendengarkan. Berada di sana untuk mereka secara emosional dapat memperkuat ikatan Anda secara signifikan.
