Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Januari 2025, 00.12 WIB

Kenali 3 Tanda Lowongan Kerja Bodong Menurut HR Profesional: Langkah Waspada Agar Tidak Terjebak Penipuan

Ilustrasi lowongan pekerjaan. (Vecteezy) - Image

Ilustrasi lowongan pekerjaan. (Vecteezy)

JawaPos.com – Mencari pekerjaan sering kali menjadi tantangan tersendiri, terutama di tengah banyaknya informasi lowongan kerja yang beredar. 

Kita perlu lebih berhati-hati dalam mencari pekerjaan, karena tidak semua lowongan kerja yang terlihat menjanjikan benar-benar dapat dipercaya.

Seorang HR profesional sekaligus content creator, Vina Muliana, membagikan tiga tanda red flag lowongan kerja bodong yang patut diwaspadai sebagai berikut:

  1. Tidak Menyebutkan Posisi Lowongan Secara Spesifik

Lowongan yang hanya menawarkan iming-iming bekerja di perusahaan besar dengan gaji besar, tanpa menyebutkan posisi yang jelas, adalah tanda yang mencurigakan.

Rekruter profesional biasanya akan mencantumkan deskripsi posisi secara rinci, termasuk tanggung jawab pekerjaan dan kualifikasi yang dibutuhkan.

  1. Persyaratan yang Terlalu Umum

Hati-hati dengan lowongan yang mencantumkan persyaratan sangat umum, seperti jenis kelamin, batas usia, dan syarat minimal pendidikan tanpa menyebutkan keahlian tertentu.

Lowongan seperti ini menunjukkan tanda pengabaian aspek keahlian atau kualifikasi, yang justru merupakan hal penting dalam proses rekrutmen.

  1. Dipublikasikan oleh Akun yang Tidak Kredibel

Periksa kredibilitas akun yang membagikan informasi lowongan. Akun resmi perusahaan biasanya memiliki tanda verifikasi atau setidaknya menunjukkan profil yang profesional.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Profil media sosial terlihat tidak profesional atau mencurigakan.
  • Tautan pendaftaran mengarahkan ke situs yang tidak jelas atau bukan situs resmi perusahaan.
  • Tidak ada kontak resmi yang bisa diverifikasi, seperti alamat email perusahaan atau nomor telepon kantor.

Prinsipnya, tetap waspada dan selalu prioritaskan sumber informasi yang kredibel. Selalu lakukan pengecekan terhadap nama perusahaan dan reputasinya melalui situs resmi atau platform profesional seperti LinkedIn.

Hindari memberikan informasi pribadi atau membayar biaya apa pun sebelum memastikan keaslian lowongan kerja.

Jika sesuatu terasa tidak masuk akal, seperti gaji yang terlalu besar untuk posisi entry-level, lebih baik abaikan saja.

Dengan mengenali tanda-tanda tersebut, pencari kerja dapat melindungi diri dari penipuan yang berkedok lowongan kerja.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore