
perilaku produktid di malam hari menurut psikologi. (Freepik/ master1305)
JawaPos.com – Menjadi produktif di malam hari bukan hanya soal pola tidur yang berbeda, tetapi juga terkait dengan kepribadian dan cara seseorang memanfaatkan energi dan waktu.
Orang yang aktif dan produktif di malam hari sering kali memiliki perilaku unik yang membedakan mereka dari mayoritas yang lebih memilih beraktivitas di siang hari. Menurut psikologi, kebiasaan ini bisa dipengaruhi oleh ritme sirkadian, pola pikir kreatif, hingga lingkungan yang lebih tenang di malam hari.
Dilansir dari Hack Spirit pada Senin (13/1), diterangkan bahwa terdapat sembilan perilaku unik yang dimiliki oleh mereka yang justru sangat produktif di malam hari menurut Psikologi.
Baca Juga: 9 Kebiasaan Harian yang Dipraktikkan Pria Sukses di Usia 50-an untuk Hidup Bahagia dan Produktif
Mereka yang produktif di malam hari memiliki pola yang sangat berbeda dari kebanyakan orang, di mana energi mereka justru mencapai puncak saat matahari terbenam. Ketika dunia mulai meredup dan orang-orang bersiap untuk beristirahat, kelompok ini justru menemukan momentum terbaiknya untuk berkarya.
Mereka cenderung menjadwalkan tugas-tugas penting mereka di waktu malam dan lebih memilih menolak pertemuan pagi hari untuk mengakomodasi sesi brainstorming malam hari. Hal ini bukan karena kemalasan atau ketidakmampuan mengikuti jadwal 9-5, melainkan karena ritme sirkadian mereka memang diprogram berbeda.
Para pekerja malam yang produktif sangat memahami pentingnya mengambil jeda dan mendengarkan sinyal tubuh mereka untuk beristirahat saat diperlukan.
Mereka tidak sekadar tidur sejenak atau tidur malam penuh, tetapi terlibat dalam aktivitas yang menyegarkan seperti membaca buku, jalan-jalan santai, atau menikmati hobi. Konsep istirahat mereka berbeda dari sekadar bersantai, melainkan melakukan aktivitas yang dapat mengisi ulang energi mental dan fisik.
Meski aktif di malam hari, para penghuni malam yang produktif ternyata juga bangun pagi. Waktu pagi dimanfaatkan untuk mengerjakan tugas-tugas ringan yang tidak memerlukan konsentrasi tinggi, seperti memeriksa email, merencanakan hari, atau berolahraga ringan.
Penelitian dalam Journal of Sleep Research mengungkapkan bahwa meski mereka lebih suka tidur dan bangun lebih larut, mereka dapat beradaptasi dengan jadwal lebih awal dengan mengalokasikan tugas tertentu sesuai tingkat energi mereka sepanjang hari.
Menjadi produktif di malam hari bukanlah hal yang mudah dalam masyarakat yang terstruktur untuk para early bird. Sekolah dimulai pagi hari, kantor beroperasi 9-5, dan acara sosial sering direncanakan untuk malam hari.
Mereka sering merasa disalahpahami atau dinilai karena jadwal tidak konvensional mereka, seperti ketidakmampuan menghadiri kelas yoga pukul 7 pagi atau preferensi bekerja larut malam. Namun mereka tetap bertahan karena tahu inilah saat terbaik mereka.
Baca Juga: Orang yang Terlihat 10 Tahun Lebih Muda dari Usia Aslinya Biasanya Memiliki 8 Kebiasaan Harian Ini
Meski mereka berkembang di jam-jam larut, para penghuni malam sangat memahami bahwa tidak semua orang memiliki pola yang sama.
