Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Januari 2025, 14.57 WIB

Bonding Erat Orang Tua dengan Anak yang Sudah Remaja, Penuhi Tangki Cintanya, Peka dengan Perubahan Sikap

ILUSTRASI: Anak remaja perlu didengar tanpa dihakimi. Rasa percaya antara anak dan orang tua menjadikan interaksi hangat seperti sahabat, tanpa ada yang ditutupi. (ALLEX QOMARULLA-DOKUMEN JAWA POS) - Image

ILUSTRASI: Anak remaja perlu didengar tanpa dihakimi. Rasa percaya antara anak dan orang tua menjadikan interaksi hangat seperti sahabat, tanpa ada yang ditutupi. (ALLEX QOMARULLA-DOKUMEN JAWA POS)

Parents, jangan hanya terfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik anak. Penuhi juga tangki cintanya supaya anak tidak mencarinya di luar rumah. Perbaiki komunikasi dan peka terhadap perubahan sikap anak.

BELAKANGAN ini, kejadian anak remaja kabur bersama kenalan lawan jenis makin marak terdengar. Terkadang orang tua tidak menyadari situasinya hingga menjadi ”bom waktu”. Hal itu tidak terlepas dari dinamika psikologis remaja yang tengah berada dalam fase pencarian identitas dan penerimaan diri dari lingkungannya.

”Kebutuhan akan perhatian dan validasi sering kali menjadi celah yang dimanfaatkan pihak luar. Itu kenapa anak remaja rentan luluh misalkan mendapat rayuan, perhatian, pujian, terutama dari lawan jenis,” ungkap Tyas Anastasya Pratiwi SPsi MPsi Psikolog.

Apalagi, kebutuhan emosional anak di rumah tidak terpenuhi. Pemenuhan tangki cinta dari orang tua akan membuat anak tidak mudah luluh dengan rayuan maupun perhatian orang lain. Sebelumnya, kenali bahasa cinta anak. Sebab, bahasa cinta banyak macamnya.

”Terkadang orang tua merasa cukup memberikan segala fasilitas dan uang untuk menunjukkan kasih sayangnya. Tapi, kalau bahasa cinta anak words of affirmation, ya tangki cintanya tidak terpenuhi. Begitu ada orang luar memuji cantik, dia luluh,” ujar psikolog klinis di Klinik Perspektif itu.

Supaya tepat sasaran, ortu boleh menanyakan kepada anak bahasa cintanya. ”Misalnya, Kak, kamu tuh lebih merasa disayang kalau mamah ngapain sih. Ketika sudah tahu, kita boleh melakukan tindakan serupa secara konsisten tanpa syarat. Jadi, bukan saat anak melakukan pencapaian aja,” lanjut Tyas.

Di sisi lain, pengawasan digital dan edukasi tentang hubungan yang sehat juga diperlukan. Agar terjalin hubungan yang erat dan saling percaya, komunikasi dengan anak harus diperbaiki. Terapkan komunikasi terbuka, tidak judgemental, dan menjadi pendengar yang baik untuk anak.

”Ortu harus jadi tempat bercerita yang aman dan nyaman bagi anak. Kedua, kenali dunia anak. Sebab, celah anak mengenal stranger bisa dari media sosial hingga game online,” sambungnya.

Ketiga, ortu perlu peka dengan perubahan sikap maupun kebiasaan anak sekecil apa pun. Sebab, itu bisa menjadi tanda ketidakberesan yang butuh diwaspadai. ”Pertama, terkait privasi yang berlebihan. Misal, anak mulai curi-curi waktu main gadget. Lagi makan pegang gadget, kumpul keluarga pegang gadget. Tapi, ini tidak bisa dijustifikasi ya,” beber Tyas.

Kedua, perubahan kebiasaan tidur dan gaya berpakaian. Pada pelajar, terjadi penurunan nilai akademik. ”Biasa tidur jam 9 malam, jam 8 sudah masuk kamar, lampu betul dimatikan, tapi chatting-an sampai larut. Atau terdengar suara bisik-bisik,” imbuhnya.

Apabila anak tepergok memiliki hubungan online dengan kenalan lawan jenis, hindari langsung memarahi. Di sinilah pentingnya komunikasi terbuka dan bonding yang telah dibangun. Ajak anak berdiskusi dan dengarkan pendapatnya.

”Ini juga berlaku jika ortu mengetahui anak sedang dekat dengan teman lawan jenisnya. Jangan langsung ’kamu pacaran ya’, tapi bahasakan dengan ’kamu lagi dekat sama si A ya’,” lanjutnya.

Ketika anak mulai mau terbuka, ortu bisa menyelipkan nasihat. Negosiasi boleh dilakukan dan tetap pantau anak. ”Semisal, ’boleh pergi tapi izin mama papa biar nggak khawatir’ atau ’boleh pergi tapi jam 6 sore harus sudah di rumah’, atau ’Kakak ajak satu teman lagi deh, jangan berdua aja’,” contohnya.

Dengan begitu, anak akan merasa dipercaya. Namun, tetap tahu tanggung jawabnya. Apabila ortu terlalu protektif, anak justru akan berbohong dan menyembunyikannya. (lai/c7/nor)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore