
Ilustrasi kesalahan dan cara menghadapi anak remaja (Vecteezy: Michael Piepgras)
JawaPos.com - Beranjak menjadi remaja, anak sering kali mengalami perubahan sikap, mulai memiliki pendapat sendiri dan kehidupan di luar rumah.
Lebih dari itu, masa remaja sering kali menjadi fase yang menakutkan bagi orang tua.
Ketika anak mulai menuntut kebebasan lebih besar, banyak orang tua khawatir mereka belum cukup matang untuk bertanggung jawab atas keputusannya.
Perubahan sikap ini sebenarnya merupakan bagian alami dari perkembangan anak menuju kedewasaan.
Anak yang sedang melalui fase remaja, cenderung berusaha mencari identitas diri dan mulai mencoba untuk mandiri.
Meski begitu, orang tua tidak selalu siap untuk merespons sikap remaja dengan efektif. Terkadang juga muncul perasaan hilang kendali atas hubungannya dengan anak.
Menggunakan pendekatan yang kurang tepat, seperti memberikan hukuman yang berlebihan, terlalu membatasi kebebasan anak, atau malah mengabaikan perasaan mereka justru dapat memperburuk situasi.
Dilansir dari laman La Concierge Psychologist pada Jumat (10/1), berikut lima kesalahan yang harus dihindari dalam menghadapi anak remaja:
1. Melawan Api dengan Api
Ketika anak berteriak, melontarkan kata-kata kasar, atau membanting pintu, orang tua mungkin tergoda untuk membalas dengan melakukan hal yang sama.
Pada kondisi seperti ini, melawan dengan kekerasan hanya akan memperbesar konflik dan memperburuk situasi.
Alih-alih ikut terjebak dalam argumen kekanak-kanakan, cobalah tunjukkan sikap dewasa dengan bertindak bijaksana dan tetap menghormati orang lain, bahkan saat emosi memuncak.
Sikap tenang akan membantu meredakan ketegangan dan suasana negatif dan memberikan contoh perilaku baik pada anak.
2. Memberikan Hukuman Secara Spontan
Memberikan ancaman atau hukuman tanpa pertimbangan dapat menghasilkan konsekuensi yang tidak sebanding dengan kesalahan yang dilakukan.
