Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Januari 2025, 20.13 WIB

Ini 8 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Diabaikan di Masa Kecil Menurut Psikologi, Apa Saja?

Ciri kepribadian sering diabaikan tapi banyak uang, menurut Psikologi. (freepik) - Image

Ciri kepribadian sering diabaikan tapi banyak uang, menurut Psikologi. (freepik)

JawaPos.com – Psikologi menunjukkan bahwa pengalaman masa kecil, termasuk perasaan diabaikan, dapat membentuk kepribadian seseorang di kemudian hari.

Individu yang mengalami demikian biasanya menunjukkan ciri kepribadian tertentu yang melekat.

Pola-pola ini sering kali menjadi respons emosional terhadap kurangnya perhatian di masa lalu. Dengan memahami ciri-ciri tersebut, kamu bisa lebih mengenali dampak masa kecil terhadap kepribadian dan mulai membangun hubungan yang lebih sehat dan positif.

Dilansir dari Hack Spirit pada Kamis (9/1), diterangkan bahwa terdapat delapan ciri kepribadian orang yang sering diabaikan di masa kecil mereka menurut Psikologi.

1. Kesulitan menjalin hubungan

Orang dewasa yang mengalami pengabaian di masa kecil seringkali menunjukkan pola yang kompleks dalam membina hubungan. Mereka cenderung kesulitan membangun dan mempertahankan ikatan emosional yang dekat dengan orang lain, terutama karena pengalaman masa lalu yang memaksa mereka untuk mandiri secara emosional.

Ketidakmampuan membentuk koneksi yang mendalam ini sering dilatarbelakangi oleh kurangnya rasa percaya dan keamanan dalam relasi. Meski mereka masih bisa menjalin hubungan, namun seringkali diwarnai dengan ketakutan akan komitmen dan perasaan tidak aman yang terus-menerus.

2. Terlalu mandiri

Kemandirian berlebihan menjadi ciri khas yang menonjol pada individu dengan masa kecil yang terabaikan. Mereka membangun mekanisme pertahanan diri dengan selalu siap menghadapi segala situasi seorang diri, bahkan ketika bantuan orang lain sebenarnya diperlukan.

Perilaku ini seringkali muncul sebagai respon adaptif terhadap pengalaman masa kecil di mana mereka harus mengandalkan diri sendiri. Kecenderungan untuk menolak bantuan ini bisa menjadi hambatan dalam membangun hubungan yang sehat dan seimbang dengan orang lain.

3. Sensitif terhadap penolakan

Rasa takut akan penolakan menjadi momok tersendiri bagi mereka yang pernah mengalami pengabaian di masa kecil. Penelitian dalam Journal of Personality Disorders mengungkapkan bahwa orang dewasa dengan riwayat pengabaian masa kecil memiliki tingkat kecemasan yang signifikan terhadap kemungkinan ditolak atau ditinggalkan.

Sensitivitas berlebih ini dapat memicu kesalahpahaman dalam hubungan sosial karena mereka cenderung menafsirkan situasi netral sebagai bentuk penolakan. Kondisi ini sering menimbulkan konflik dalam hubungan interpersonal mereka.

4. Perfeksionisme

Perfeksionisme muncul sebagai mekanisme kompensasi dari pengalaman pengabaian masa kecil. Keyakinan bahwa kesempurnaan adalah satu-satunya jalan untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang mendorong mereka untuk terus menerus mengejar standar yang terlampau tinggi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore