
Ilustrasi wanita minder yang memiliki harga diri rendah. (Freepik)
JawaPos.com - Harga diri yang rendah seringkali merupakan penderitaan yang hening. Itu bersembunyi di sudut-sudut tindakan kita, tertanam dalam kata-kata dan gerak tubuh kita, secara halus mengumumkan dirinya kepada orang-orang di sekitar kita.
Namun, kita sendiri mungkin tetap tidak menyadari tanda-tanda halus ini bahwa kita bergumul dengan rasa harga diri yang berkurang. Memahami sinyal-sinyal ini sangat penting tidak hanya untuk kesadaran diri kita, tetapi juga untuk memulai perjalanan menuju harga diri yang lebih tinggi.
Mereka berfungsi sebagai penanda yang membimbing kita menuju jalur pertumbuhan dan pemberdayaan pribadi. Berikut adalah tujuh tanda halus yang menunjukkan bahwa Anda mungkin bergulat dengan harga diri yang rendah.
1) Terus-menerus mencari validasi
Harga diri yang rendah sering kali menyamar sebagai upaya tanpa henti untuk mendapatkan validasi dari orang lain. Ketika kita tidak yakin dengan nilai kita, kita sangat bergantung pada afirmasi eksternal untuk mengisi kekosongan.
Anda mungkin mendapati diri Anda terus-menerus mencari persetujuan, mencari pujian, atau membutuhkan jaminan tentang pekerjaan atau penampilan Anda. Ini bisa berupa sering bertanya kepada orang lain apakah Anda melakukan pekerjaan dengan baik, apakah mereka senang dengan usaha Anda, atau apakah Anda terlihat baik-baik saja.
Ketergantungan pada validasi eksternal untuk merasa nyaman dengan diri kita sendiri merupakan indikator yang jelas dari harga diri yang rendah. Ini mencerminkan ketidakmampuan untuk memvalidasi nilai dan pencapaian kita secara internal. Ingat, itu sehat dan normal untuk mencari umpan balik dari orang lain sekarang dan kemudian. Namun, ketika itu menjadi kebutuhan yang kompulsif, itu pertanda bahwa ada sesuatu yang lebih dalam yang sedang dimainkan.
Mengakui pola ini dapat menjadi langkah pertama yang penting untuk membangun kemandirian dan menumbuhkan rasa harga diri yang lebih kuat. Melalui pengakuan ini, kami membuka pintu menuju pertumbuhan pribadi dan kesempatan untuk mengembangkan hubungan yang lebih otentik dengan diri kami sendiri.
2) Meminta maaf secara berlebihan
Pernahkah Anda mendapati diri Anda mengucapkan 'maaf' lebih sering dari yang diperlukan, meskipun itu bukan salah Anda? Ini adalah tanda halus lain dari harga diri yang rendah. Ketika kita diganggu oleh keraguan diri, kita cenderung menganggap kesalahan lebih mudah. Kami mohon maaf atas hal-hal di luar kendali kami, atas keberadaan kami, karena mengambil tempat.
Saya kadang-kadang memperhatikan perilaku ini dalam diri saya, dan ini adalah peringatan untuk memeriksa harga diri saya sendiri. Ini adalah pengingat untuk berhenti dan bertanya: "Apakah saya meminta maaf karena saya melakukan kesalahan atau karena saya merasa kurang berharga?” Permintaan maaf yang berlebihan ini berasal dari rasa takut mengecewakan orang lain atau menjadi beban. Ini adalah upaya untuk menenangkan dan menghindari konflik dengan mengorbankan harga diri kita sendiri.
Seperti yang dikatakan bren Brown Brown, seorang profesor riset yang telah mempelajari keberanian, kerentanan, rasa malu, dan empati secara ekstensif, " Rasa memiliki dimulai dengan penerimaan diri. Tingkat kepemilikan Anda, pada kenyataannya, tidak pernah bisa lebih besar dari tingkat penerimaan diri Anda.” Menyadari kecenderungan untuk meminta maaf secara berlebihan ini dapat menjadi awal dari perjalanan menuju penerimaan diri dan peningkatan harga diri.
3) Menghindari kontak mata
Menghindari kontak mata adalah tanda halus lain dari harga diri yang rendah. Ketika kita merasa kurang berharga, kita mungkin merasa sulit untuk menahan pandangan seseorang, takut akan penilaian atau kritik. Penghindaran ini bisa menjadi upaya bawah sadar untuk bersembunyi, cara menjaga citra diri kita yang rapuh dan menghindari kemungkinan penolakan Dalam video saya tentang sindrom penipu, saya membahas bagaimana perasaan tidak berharga dapat terwujud dalam berbagai cara, termasuk menghindari kontak mata. Transformasi terjadi ketika kita mengenali pola-pola ini dan memilih untuk menghadapinya secara langsung.
