
Ilustrasi tatapan mata seseorang. (Freepik)
JawaPos.com - Apakah Anda pernah mengalami mata berkunang-kunang? Ternyata mata berkunang tidak hanya karena kelelahan atau kondisi badan yang tidak sehat.
Akan tetapi, mata berkunang-kunang pada waktu tertentu juga memiliki makna atau arti lain yang dapat dianalisis menurut Primbon Jawa.
Sebelumnya apakah Anda sudah mengetahui apa itu Primbon Jawa?
Dikutip (7/1) dari buku “Kitab Primbon Jawa Serbaguna” karya R. Gunasasmita, primbon dalam arti umum adalah seperti panduan dan gambaran dari sifat baik-buruknya seseorang menurut perhitungan masyarakat Jawa.
Primbon Jawa biasanya digunakan masyarakat Jawa dalam menebak atau membaca masa depan, perilaku, tanggal dan bulan keberuntungan atau sial, pernikahan, dan masih banyak lagi.
Di samping itu, berikut ini akan dibahas pertanda menurut Primbon Jawa jika Mata berkunang pada pagi hari, berdasarkan kutipan dari buku “Kitab Primbon Jawa Serbaguna” karya R. Gunasasmita.
Seperti yang Anda ketahui bahwa mata berkunang biasanya hanya karena masalah kesehatan atau kelelahan melakukan sesuatu.
Akan tetapi, dibalik itu semua ada makna atau maksud tertentu menurut Primbon Jawa, dikutip (7/1) dari buku “Kitab Primbon Jawa Serbaguna” karya R. Gunasasmita.
1. Mata kiri berkunang pada pukul 4-6 pagi hari, memiliki makna bahwa diprediksi akan ada orang atau tamu penting yang berkunjung atau datang.
2. Mata kiri berkunang pada pukul 6-8 pagi hari, memiliki makna bahwa diprediksi akan ada orang atau tamu dari jauh yang berkunjung dengan maksud atau niat baik.
3. Mata kiri berkunang pada pukul 8-10 pagi hari, memiliki makna bahwa diprediksi akan ada hal baik terjadi seperti dimudahkan dalam rezeki dan pangan atau kebutuhan hidup.
Pertanda Mata Kanan Berkunang pada Pagi hari Menurut Primbon Jawa
Pasti banyak orang terkejut bahkan tidak percaya bahwa mata berkunang memiliki makna atau tanda tertentu yang dilihat berdasar Primbon Jawa.
Akan tetapi, berdasarkan kutipan buku “Kitab Primbon Jawa Serbaguna” karya R. Gunasasmita primbon Jawa dapat digunakan untuk melihat segala hal bagi masyarakat yang percaya terutama daerah Jawa.
