
Terjebak berita palsu (rawpixel.com-freepik)
JawaPos.com - Di era informasi yang serba cepat ini, kita sering kali dihadapkan pada berbagai jenis berita yang beredar di media sosial dan platform lainnya.
Sayangnya, tidak semua informasi yang tersebar adalah benar. Banyak orang yang tanpa sadar terjebak dalam berita palsu atau hoaks, yang dapat berdampak buruk bagi diri mereka sendiri maupun orang lain.
Ternyata, ada beberapa sifat psikologis yang membuat seseorang lebih rentan terpengaruh oleh berita palsu tersebut. Memahami tanda-tanda ini sangat penting agar kita dapat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Melansir Hack Spirit, berikut ini adalah 8 sifat yang sangat melekat pada diri mereka:
1. Kurangnya Kemampuan Berpikir Kritis
Orang yang tidak terbiasa berpikir kritis cenderung menerima informasi tanpa mempertanyakan kebenarannya. Mereka lebih mudah tertipu oleh berita palsu yang disajikan dengan cara yang meyakinkan.
2. Tingkat Pendidikan yang Tinggi
Meskipun terdengar kontradiktif, orang dengan tingkat pendidikan tinggi kadang-kadang lebih mudah tertipu oleh berita palsu, terutama yang berkaitan dengan topik-topik kompleks atau yang terlihat ilmiah, karena mereka cenderung mempercayai sumber yang seolah-olah kredibel.
3. Keinginan untuk Mendapatkan Pengakuan Sosial
Orang yang memiliki keinginan kuat untuk disukai atau diterima dalam kelompok sosialnya sering kali menyebarkan berita palsu yang sedang tren, tanpa memverifikasi kebenarannya terlebih dahulu.
4. Respons Emosional yang Kuat
Berita palsu sering kali disampaikan dengan cara yang menggugah emosi. Orang yang memiliki respons emosional yang tinggi cenderung mudah terpengaruh dan merasa perlu untuk segera membagikan informasi tersebut, meskipun belum tentu benar.
5. Kebutuhan untuk Selalu Tahu
Orang dengan sifat ini merasa harus selalu mengetahui segala hal yang sedang terjadi di dunia, termasuk informasi terbaru yang mungkin tidak terverifikasi kebenarannya. Mereka tidak ingin ketinggalan informasi.
6. Sifat Mudah Percaya
