Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Januari 2025, 18.26 WIB

Luka di Balik Diam, Mengupas Silent Treatment sebagai Kekerasan Emosional yang Tersembunyi

Weton yang Didampingi Khodam “Pahit Lidah”: Hati-Hati, Ucapan Bisa Jadi Kenyataan (cookie_studio/freepik) - Image

Weton yang Didampingi Khodam “Pahit Lidah”: Hati-Hati, Ucapan Bisa Jadi Kenyataan (cookie_studio/freepik)

JawaPos.com - Pernahkan Anda merasa diabaikan oleh orang terdekat? Didiamkan berhari-hari tanpa penjelasan?

Rasa sakitnya mungkin tak terlihat, namun dampaknya bisa merusak. Inilah yang disebut dengan silent treatment, sebuah bentuk kekerasan emosional yang seringkali diabaikan.

Melansir Cleveland Clinic, silent treatment adalah tindakan mendiamkan seseorang sebagai respons terhadap konflik atau masalah.

Berbeda dengan time-out atau meminta jeda sejenak sebelum kembali berkomunikasi, silent treatment menutup, menolak, dan mengabaikan keberadaan orang lain. Efeknya, orang yang diperlakukan seperti ini mungkin merasa dirinya tidak dihargai.

Dampak Silent Treatment bagi Kesehatan Mental

Silent treatment dapat menggores luka yang dalam. Melansir Psychology Today, pengucilan sosial yang ditimbulkan oleh silent treatment dapat mengganggu keseimbangan emosional dan psikologis seseorang.

Adapun, berikut dampak yang timbul karena silent treatment:

Cemas dan stres karena ketidakpastian dan pengabaian.

Rendah diri dan hilang kepercayaan diri karena merasa tidak berharga.

Rasa bersalah dan menyalahkan diri sendiri.

Merasa bingung dan ragu karena tidak mengetahui alasan didiamkan.

Trauma emosional karena pengalaman silent treatment yang berulang.

Silent Treatment sebagai Bentuk Kekerasan Emosional

Kapan silent treatment melampaui sekadar respons diam dan berubah menjadi kekerasan emosional? Melansir Very Well Mind, batasannya terletak pada niat, pola, dan dampak yang ditimbulkan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore