
Ilustrasi Pasangan Kekasih yang Putus Cinta. (Freepik)
JawaPos.com – Putus cinta bisa menjadi babak akhir yang menyakitkan bagi sebagian besar orang. Perasaan bahwa masih ada cinta yang tersisa atau berharap kesempatan kedua bisa memperbaiki segalanya, dapat membuat hasrat balikan sama mantan menjadi tak terbendung.
Tapi tunggu dulu, apakah kembali jadi pasangan kekasih benar-benar solusi yang tepat? Sebuah hubungan yang gagal di masa lalu biasanya meninggalkan pelajaran berharga yang bisa menjadi penilaian apakah layak atau tidak untuk balikan.
Terkadang, rasa kesepian yang melanda akan membuat keinginan balikan semakin menggebu, tanpa mengingat alasan perpisahan sebelumnya. Padahal, Bukan hal yang mudah untuk kembali menerima dan memaafkan apa yang sudah menjadi kesalahan di masa lalu.
Oleh karena itu, penting untuk melakukan refleksi dan introspeksi yang mendalam, baik terhadap diri sendiri maupun sang mantan. Jangan sampai kesalahan di masa lalu kembali terulang dan justru meninggalkan bekas luka yang menganga lebih dalam.
Seperti dilansir dari verywellmind.com pada Senin (6/1), berikut 24 pertanyaan yang wajib dijawab sekaligus bisa menjadi bahan Deep Talk sebelum memutuskan untuk membuka hati kembali.
Hal yang Perlu Ditanyakan pada Diri Sendiri Sebelum Balikan Sama Mantan
10.Apa yang telah saya pelajari tentang diri sendiri dari hubungan sebelumnya yang dulu mungkin tidak saya sadari?
11.Bisakah saya benar-benar memaafkan dan melupakan masalah masa lalu, atau masalah tersebut justru akan menghambat hubungan kami?
12.Apakah keinginan untuk kembali bersama muncul dari dalam diri saya sendiri? atau adakah tekanan dari orang lain atau faktor eksternal?
13.Apa sifat-sifat yang muncul dalam diri saya saat bersama orang ini? Apakah hubungan ini membuat saya bisa menjadi diri sendiri dan mendorong saya pada versi terbaik dari diri saya, atau justru menjauhkan saya dari itu?
Pertanyaan yang Harus Ditanyakan pada Mantan Sebelum Kembali Jadi Pasangan Kekasih
10.Apakah masih ada perasaan yang belum terselesaikan tentang hubungan atau perpisahan kita, dan apakah ada kebencian yang perlu dibahas dengan jujur?
11.Bisakah kita mengakui bahwa hubungan pertama kita telah berakhir, dan apakah kamu bersedia memulai hubungan yang baru denganku?
12.Bagaimana kamu membayangkan masa depan kita bersama?
Pada akhirnya, kalian berdua lah yang benar-benar tahu apa yang terbaik untuk diri sendiri. Oleh karena itu, melanjutkan hubungan bersama atau menjalani hidup masing-masing atau menjalani hidup masing-masing, luangkan waktu sebanyak-banyaknya untuk menentukan pilihan ini.
