
Ilustrasi delapan tanda yang menunjukkan seseorang mungkin secara tidak sadar kecanduan makanan.
JawaPos.com - Makanan sangat penting untuk bertahan hidup, tetapi bagi sebagian orang, makanan dapat menjadi lebih dari sekedar nutrisi. Makanan dapat menjadi sandaran emosional atau bahkan kecanduan yang tersembunyi.
Kecanduan makanan ini seringkali terwujud dalam perilaku dan pola halus yang mungkin tidak disadari tetapi dapat secara signifikan memengaruhi kesejahteraan fisik dan emosional.
Dilansir dari Baseline Mag, terdapat delapan tanda yang menunjukkan seseorang mungkin secara tidak sadar kecanduan makanan.
1. Keinginan terus menerus
Keinginan untuk makan bisa datang kapan saja, terkadang karena bosan, stres, atau bahkan hanya karena kita melihat iklan makanan yang menggugah selera, dan menuruti keinginan tersebut sesekali tidaklah apa-apa. Namun, mereka yang kecanduan keinginan itu tidak hanay terjadi sekali-sekali.
Mereka menyadari bahwa keinginan untuk makan ini terasa lebih banyak dan sering dari biasanya yang mungkin hadir lebih dari sekadar keinginan biasa. Mereka terus menerus memikirkan makanan, dan pikiran tentang makanan berikutnya selalu ada di benaknya.
2. Makan secara rahasia
Setelah makan malam, mereka merasakan keinginan yang sangat kuat untuk memakan sebatang coklat lagi. Alih-alih menikmatinya secara terang-terangan, mereka menemukan dirinya menyelinap ke dapur pada larut malam, diam-diam membuka bungkus permen, dan melahapnya secara diam-diam.
Menyelinap dan memakan makanan secara diam-diam adalah cara mereka untuk mengatasi rasa bersalah karena terlalu memanjakan diri. Hal ini bisa jadi merupakan tanda kecanduan makanan bawah sadar, di mana mereka makan secara sembunyi-sembunyi dan merasa bersalah sesudahnya.
3. Makan sampai kekenyangan
Otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menerima sinyal dari perut bahwa kita sudah kenyang. Ini adalah mekanisme alami tubuh untuk mencegah makan berlebihan.
namun, orang yang kecanduan makan seringkali mengabaikan sinyal tubuh ini. Mengabaikan sinyal tubuh mengenai rasa kenyang dan makan melebihi batas nyaman dapat berpotensi menyebabkan masalah kesehatan seperti obesitas dan penyakit jantung.
4. Menggunakan makanan sebagai pelipur lara
Beberapa orang yang mengalami hari yang buruk menemukan pelipur lara dalam semangkuk es krim atau sekotak pizza. Ini Merupakan hal yang umum untuk mencari pelipur lara dalam makanan selama masa-masa yang menegangkan.
Namun, jika makanan menjadi solusi utama untuk mengatasi emosi, entah itu kesedihan, kemarahan, atau bahkan kebosanan, ini mungkin merupakan indikasi kecanduan makanan. Penting untuk diingat bahwa meskipun makanan dapat memberikan kelegaan sementara, itu bukanlah solusi untuk masalah emosional.
