
Ilustrasi kiat-kiat yang didukung sains dari para ahli diet untuk mengatur rutinitas pagi agar kadar gula darah tetap stabil.
JawaPos.com - Mengelola kadar gula darah dapat dimulai saat bangun tidur. Dari apa yang dimakan hingga cara bergerak saat pagi hari, kebiasaan sehari-hari dapat berdampak besar pada stabilitas gula darah sepanjang hari.
Memiliki kadar gula darah yang sehat dapat membantu mendukung kadar energi yang lebih konsisten, suasana hati yang lebih baik, meningkatkan fokus, dan banyak lagi.
Di sisi lain, lonjakan dan penurunan tajam gula darah dapat menyebabkan kelelahan, rasa lapar, mudah tersinggung, dan risiko penyakit kronis yang lebih tinggi seperti resistensi insulin dan diabetes.
Dilansir dari Eatingwell, inilah kiat-kiat yang didukung sains dari para ahli diet untuk mengatur rutinitas pagi agar kadar gula darah tetap stabil.
1. Minum air putih
Salah satu hal paling sederhana namun paling efektif yang dapat dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah adalah memulai hari dengan segelas air. Seorang ahli diet dan nutrisi terdaftar yang berbasis di Philadelphia, merekomendasikan minum 1 hingga 2 gelas air.
Ini akan membantu mengencerkan kelebihan glukosa darah, membantu ginjal membuang gula dan menstabilkan kadar gula darah sepanjang hari. Jika kamu tidak suka air putih, cobalah mencampurnya dengan irisan mentimun, jeruk, atau rempah-rempah.
2. Sarapan kaya protein dan serat
Kita cenderung lebih sensitif terhadap karbohidrat di pagi hari. Untuk itu, memulai dengan pilihan rendah karbohidrat yang tinggi protein dan serat dapat membantu penderita diabetes.
Penelitian menunjukkan bahwa memulai hari dengan makanan rendah karbohidrat tidak hanya membantu menjaga kadar gula darah di pagi hari tetapi juga memberikan manfaat yang bertahan lama sepanjang hari. Ini akan mengarah pada kontrol gula darah yang lebih baik setelah makan siang dan makan malam.
Utamakan protein dan serat dengan menu sarapan seperti telur dadar, sayur, dan alpukat potong dadu, selai kacang yang diolesi roti gandum utuh, atau greek yogurt dengan berri dan kacang kenari.
Kombinasi protein dan serat dapat membantu memperlambat pencernaan, menjaga kadar gula darah tetap stabil, dan mengurangi risiko lonjakan glukosa pasca makan.
3. Jaga konsumsi kafein
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan kafein, terutama lebih dari 250 miligram per hari (kira-kira 2,5 cangkir kopi), dapat meningkatkan kadar gula darah untuk sementara.
