
Pasangan sedang melakukan foto selfie saat liburan/ Freepik
JawaPos.Com – Di era yang canggih, banyak orang yang senang mengabadikan momen-momen penting dalam hidup mereka melalui media sosial.
Salah satunya adalah momen liburan baik bersama teman dan keluarga. Banyak orang merasa kurang lengkap jika belum mengunggah momen berlibur mereka di media sosial.
Meskipun begitu, bagaimana pandangan psikologis mengenai hjackal ini?
Dilansir dari The Travel Psychologist, Senin (6/1), berikut adalah pandangan psikologis mengenai seseorang yang senang mengabadikan momen berlibur di media sosial.
Manfaat membagikan momen liburan di media sosial
Ternyata, merekam kegiatan saat kita liburan ternyata dapat membawa ketenangan pada mental kita. Sebab, rekaman berupa foto maupun video ternyata berfungsi sebagai jurnal visual yang membantu kita mengingat pembelajaran, pengalaman, dan juga wawasan yang diperoleh saat kita berkunjung ke sebuah tempat.
Selain merekam, membagikan pengalaman berlibur kepada orang lain dapat meningkatkan penghargaan terhadap pengalaman. Foto dan video yang kita unggah selama berlibur ternyata bermanfaat untuk memicu ingatan senseorik. Hal ini bermanfaat untuk kita “mengalami kembali” perjalanan yang dilakukan secara lebih mendalam.
Membagikan pengalaman berlibur ke media sosial juga bermanfaat untuk meningkatkan rasa percaya diri dan membuka perspektif baru melalui diskusi public bersama orang-orang di kolom komentar.
Sisi gelap membagikan momen liburan di media sosial
Meskipun memiliki manfaat, membagikan momen liburan di media sosial juga dapat membawa dampak negatif. Salah satunya adalah kekhawatiran seseorang akan dianggap negatif oleh orang lain, seperti dianggap pamer. Sehingga, beberapa orang memilih untuk menikmati liburan mereka tanpa harus membagikannya kepada orang lain.
Meskipun begitu, semuanya kembali lagi kepada tujuan utama orang mengunggah momen liburan mereka di media sosial. Jika seseorang membagikan momen liburan hanya untuk validasi orang lain, maka seseorang akan fokus secara berlebihan kepada tanggapan orang lain dan mengalihkan dari esensi pengalaman itu sendiri dan juga dapat membatasi pertumbuhan pribadi.
Terlalu fokus mengambil dokumentasi juga dapat menganggu kenikmatan liburan itu sendiri. Seperti orang yang lebih fokus mengambil foto saat pergi ke sebuah tempat yang pemandangannya bagus, tentu waktu mereka akan lebih banyak untuk memikirkan hasil foto daripada menikmati pemandangan itu sendiri. Sehingga, merekam sebuah dokumentasi liburan juga harus dibatasi dan tidak boleh berlebihan. Tetap harus berikan waktu luang untuk sepenuhnya menikmati momen liburan.
Membagikan momen liburan memang menjadi salah satu cara terbaik untuk mengenang pengalaman yang pernah kita lakukan. Meskipun begitu, perlu diingat bahwa tujuan utama berlibur adalah menikmati waktu dan bersenang-senang. Sehingga, keseimbangan antara waktu untuk menikmati momen dan waktu untuk berbagi menjadi hal penting agar liburanmu menjadi bermanfaat.
