
Ilustrasi anak yang sedang marah alias tantrum (freepik/rawpixel.com)
JawaPos.Com - Tantrum sendiri memiliki arti luapan emosi anak yang meledak-ledak, mulai dari merengek, menangis, berteriak, bahkan menendang.
Tantrum biasanya terjadi ketika anak menginginkan sesuatu namun tidak bisa menyampaikannya lewat kata-kata.
Pada umumnya tantrum mulai muncul ketika anak telah berusia satu tahun dan bertambah parah saat berusia dua sampai tiga tahun, namun akan berkurang ketika anak memasuki usia empat tahun.
1. Merasa frustasi, misalnya karena kesulitan mengucapkan atau menuliskan apa yang diinginkan
2. Mencari perhatian orang tua
3. Menolak melakukan sesuatu, seperti menyikat gigi atau merapikan mainannya
4. Menginginkan sesuatu, seperti mainan baru atau permen namun dilarang oleh orang tuanya
5. Lelah atau lapar
6. Merasa khawatir atau kesal
7. Sakit
Anak yang mengalami tantrum juga pasti mengalami gejala yang hampir sama yakni antara lain merengek, menangis, berteriak, berguling dilantai, melempar benda, dan juga menendang.
Jadi diharapkan bagi orang tua ketika anak mengeluarkan gerakan tubuh seperti gejala di atas sebisa mungkin mengontrol emosi agar tidak membuat orang tua menjadi stres.
Dilansir dari laman klikpiskolog.com, berikut tips menangani anak tantrum jika bunda atau ayah sedang berada di Tempat umum:
1. Bersikap tenang dan tidak emosi
