Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 Januari 2025, 23.46 WIB

Orang-Orang yang Tidak Membiarkan Usia Mendefinisikan Mereka Biasanya Memiliki 8 Perspektif Unik Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi pasangan yang tidak membiarkan usia mendefinisikan mereka. (Freepik) - Image

Ilustrasi pasangan yang tidak membiarkan usia mendefinisikan mereka. (Freepik)

JawaPos.com – Usia sering dianggap sebagai batasan atau tolok ukur yang menentukan apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan seseorang. 

Namun, ada individu yang menolak untuk membiarkan usia menjadi penghalang bagi ambisi, mimpi, dan kehidupan mereka. 

Dalam psikologi, orang-orang ini disebut memiliki "age-independent identity," yaitu kemampuan untuk menjalani hidup berdasarkan prinsip dan nilai pribadi, bukan sekadar angka. 

Dilansir dari Geediting pada Jumat (3/1), terdapat delapan perspektif unik yang dimiliki oleh mereka yang tidak membiarkan usia mendefinisikan mereka.

1. Usia adalah angka, bukan identitas

Bagi banyak orang, usia hanyalah angka yang mencerminkan jumlah tahun di dunia, bukan definisi siapa mereka sebenarnya. 

Menurut teori psikologi perkembangan oleh Erik Erikson, orang yang berhasil mengatasi krisis identitas di usia dewasa cenderung melihat kehidupan sebagai perjalanan yang terus berkembang, bukan sesuatu yang terhenti pada usia tertentu. 

Mereka percaya bahwa identitas mereka lebih dipengaruhi oleh pengalaman, nilai, dan tujuan hidup, daripada angka di kalender.

2. Fokus pada pertumbuhan daripada kemunduran

Sebagian besar masyarakat sering memandang penuaan sebagai proses kemunduran.

Namun, individu yang tidak terikat oleh batasan usia memandang hidup sebagai kesempatan untuk terus belajar dan bertumbuh. 

Perspektif ini selaras dengan konsep growth mindset yang dikemukakan oleh Carol Dweck, di mana seseorang percaya bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat terus berkembang melalui usaha dan pengalaman, tanpa memandang usia.

3. Menciptakan narasi positif tentang penuaan

Orang-orang ini menolak stereotipe negatif tentang penuaan. Dalam psikologi, hal ini dikenal sebagai positive aging narrative, yaitu cara pandang yang melihat penuaan sebagai fase kehidupan yang penuh peluang. 

Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan pandangan positif terhadap penuaan memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi dan cenderung hidup lebih lama dibandingkan mereka yang memiliki pandangan negatif.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore