
Ilustrasi 7 strategi psikologi yang digunakan oleh orang-orang yang sangat sukses untuk meredakan stres dan kecemasan./Pexels.
JawaPos.com - Stres dan kecemasan dapat menghantui siapa saja. Saat menjalankan banyak peran dan tanggung jawab, seseorang seringkali terus menerus mendapatkan tekanan, mengalami malam-malam tanpa tidur, dan hidup dengan pikiran yang tidak tenang.
Rasanya hidup bagaikan treadmill penuh tekanan yang tiada henti. Dilansir dari Hack Spirit, terdapat 7 strategi psikologi yang digunakan oleh orang-orang yang sangat sukses untuk meredakan stres dan kecemasan.
1. Manfaatkan kekuatan meditasi
Strategi pertama yang digunakan orang-orang yang sangat sukses untuk mengelola stres dan kecemasan adalah meditasi.
Mungkin kedengarannya terlalu sederhana, tetapi percayalah, meditasi memberikan dampak yang tak tertandingi.
Meditasi memberikan waktu istirahat dari kesibukan yang terus-menerus, istirahat dari pusaran pikiran dan kekhawatiran yang tak pernah berakhir.
Meditasi seperti membawa otak ke pantai yang tenang dan damai sementara dunia luar terus berputar.
Orang-orang yang sukses memahami bahwa pikiran yang tenang adalah pikiran yang produktif.
Mereka mendedikasikan waktu setiap hari untuk bermeditasi, seperti sekadar duduk dan bernapas atau membiarkan pikiran mereka datang dan pergi tanpa menghakimi.
Keindahan meditasi adalah tidak memerlukan peralatan atau lokasi khusus. Satu-satunya yang dibutuhkan hanyalah tempat yang tenang dan beberapa menit. Tutup mata, fokus pada napas, dan biarkan pikiran melayang.
Jika kamu baru dalam meditasi, mulailah dari hal kecil: hanya 5 menit per hari dapat membuat perbedaan. Saat pikiran mulai mengembara, arahkan dengan lembut kembali ke napas.
2. Berlatih bersyukur setiap hari
Strategi yang dapat mengubah hidup orang-orang sukses yang dapat mengurangi stres dan kecemasan adalah mempraktikkan rasa syukur setiap hari.
Pada tingkat stres tertentu, mereka seringkali berfokus pada segala hal yang salah. Kekhawatiran yang terus-menerus ini hanya memperparah kecemasan.
Saat itulah waktu yang tepat untuk memutuskan memulai jurnal rasa syukur. Setiap hari, mereka akan menuliskan tiga hal yang disyukuri.
