
6 Hal dalam Hidup yang Hampir Tidak Pernah Dikhawatirkan oleh Orang yang Benar-benar Percaya Diri.
JawaPos.com - Saat dewasa tumbuh dengan perasaan dicintai dan aman dapat memainkan peran besar dalam membentuk perilaku orang dewasa kita. Ada hubungan yang tak terbantahkan antara pengalaman masa kecil kita dan kita menjadi orang dewasa. Jika Anda tumbuh dalam kepompong cinta dan keamanan, ada perilaku tertentu yang mungkin Anda tunjukkan. Perilaku ini sering kali seperti tanda-tanda dongeng.
Mereka cenderung menunjukkan bahwa Anda telah memiliki pendidikan yang mengasuh dan mendukung. Dalam bagian ini, kami akan menyoroti lima dari perilaku ini yang biasanya terlihat pada orang dewasa yang pernah mengalami masa kecil yang penuh kasih dan aman. Dikutip dari geediting pada Kamis (2/1), berikut 5 perilakunya:
1) Mereka menunjukkan kepercayaan diri
Anda sering dapat melihat orang dewasa yang memiliki masa kecil yang aman dan penuh kasih dengan sikap percaya diri mereka. Ini bukan tentang menjadi sombong atau sombong, melainkan kepercayaan diri yang tenang dan percaya diri. Itu berakar pada stabilitas dan kasih sayang yang mereka terima selama tahun-tahun pembentukan mereka. Keyakinan dibangun di atas dasar perasaan dihargai dan dicintai.
Dan ketika anak-anak tumbuh di lingkungan di mana mereka disayangi, mereka cenderung mengembangkan rasa harga diri yang kuat. Rasa berharga ini kemudian bermanifestasi sebagai kepercayaan diri di masa dewasa. Orang-orang ini merasa nyaman dengan diri mereka sendiri, tidak takut untuk mengungkapkan pikiran mereka, dan umumnya menunjukkan pandangan hidup yang positif. Sungguh menakjubkan bagaimana pengalaman awal cinta dan keamanan dapat diterjemahkan menjadi sifat yang begitu kuat di masa dewasa.
2) Mereka berempati
Perilaku lain yang saya perhatikan pada mereka yang memiliki masa kecil yang penuh kasih dan aman adalah empati. Mereka memiliki kemampuan bawaan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain. Saya pribadi dapat membuktikan hal ini. Tumbuh dewasa, orang tua saya selalu mendorong komunikasi yang terbuka dan jujur. Mereka akan secara aktif terlibat dalam percakapan kita, mendengarkan sudut pandang kita, dan memvalidasi perasaan kita. Lingkungan ini menumbuhkan rasa empati yang mendalam dalam diri saya.
Sekarang, sebagai orang dewasa, saya mendapati diri saya secara alami tertarik untuk memahami perasaan dan perspektif orang lain. Saya cenderung menempatkan diri pada posisi mereka, mencoba memahami dari mana mereka berasal. Dan saya perhatikan ini adalah ciri umum di antara mereka yang memiliki pola asuh yang sama. Masa kecil yang penuh kasih dan aman tidak hanya membentuk kita, tetapi juga memengaruhi cara kita terhubung dengan orang lain dalam kehidupan dewasa kita.
3) Mereka menjaga hubungan yang sehat
Ketika anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih dan aman, mereka cenderung meniru dinamika ini dalam hubungan orang dewasa mereka. Kemampuan untuk menciptakan dan memelihara hubungan yang sehat seringkali dikaitkan dengan kualitas hubungan yang dialami di masa kanak-kanak. Anak-anak yang terikat erat dengan pengasuhnya lebih cenderung memiliki keterikatan yang aman dalam hubungan romantis orang dewasa mereka. Jika Anda melihat seseorang yang tampaknya dengan mudah memupuk hubungan yang positif dan tahan lama, itu mungkin pertanda bahwa mereka memiliki dasar cinta dan keamanan yang kuat saat tumbuh dewasa.
4) Mereka menangani stres dengan baik
Kita semua menghadapi stres dalam hidup kita, tetapi bagaimana kita mengelolanya bisa menjadi indikator nyata dari pengalaman masa kecil kita. Orang dewasa yang tumbuh dengan perasaan dicintai dan aman seringkali memiliki mekanisme koping yang efektif. Mereka cenderung tidak hancur di bawah tekanan dan lebih cenderung mendekati situasi stres dengan pola pikir yang seimbang. Ketahanan ini bukanlah keajaiban; ini sering kali merupakan akibat langsung dari pendidikan yang mendukung. Lingkungan yang penuh kasih dan aman mengajarkan anak-anak bahwa tidak apa-apa mengalami kemunduran dan mereka dapat mengatasinya. Pelajaran ini, yang dipelajari sejak dini, menjadi alat seumur hidup untuk mengelola stres.
5) Mereka tidak takut akan kerentanan
Kerentanan sering dilihat sebagai tanda kelemahan, tetapi sebenarnya itu adalah tanda kekuatan dan keaslian. Saya ingat suatu kali, saya diminta untuk berbicara di sebuah acara, dan saya ketakutan. Saya belum pernah berbicara di depan orang banyak seperti itu sebelumnya. Tapi alih-alih berpura-pura percaya diri, saya berbagi ketakutan saya dengan penonton. Saya mengakui bahwa ini adalah pertama kalinya saya berbicara di acara sebesar itu dan saya merasa gugup. Tanggapannya luar biasa. Orang-orang menghargai kejujuran saya dan terkait dengan kerentanan saya.
Itu membuat saya menyadari bahwa menjadi rentan tidak membuat Anda lemah; itu membuat Anda manusiawi dan relatable. Tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih dan aman memungkinkan anak-anak untuk mengungkapkan perasaan mereka tanpa takut dihakimi atau diejek. Akibatnya, mereka menjadi orang dewasa yang nyaman dengan kerentanan mereka, melihatnya sebagai kekuatan daripada kelemahan.
