Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 September 2024, 21.57 WIB

Penghapus: Sejarah Dari Awal Hingga Modern, Jenis, dan Tips Memilih untuk Anak yang Aman dan Nyaman Digunakan

Anak atau siswa sedang belajar. (freepik) - Image

Anak atau siswa sedang belajar. (freepik)

JawaPos.com – Penghapus telah menjadi alat penting dalam dunia pendidikan dan seni, mulai dari penemuan awalnya hingga pengembangan modern.

Artikel ini akan membahas sejarah, berbagai jenis penghapus, serta tips memilih penghapus yang aman dan nyaman untuk anak-anak.

Penghapus adalah alat tulis yang digunakan untuk menghilangkan tanda atau tulisan dari permukaan kertas.

Biasanya terbuat dari karet atau bahan sintetis, penghapus membantu memperbaiki kesalahan dalam penulisan dan menggambar, membuatnya esensial dalam kegiatan belajar dan berkarya.

Mengetahui sejarah penghapus membantu kita menghargai perkembangan alat ini dalam dunia pendidikan dan seni.

Dengan memahami asal-usulnya, kita dapat memilih penghapus yang tepat, serta menghargai inovasi yang menjadikannya lebih efektif dan ramah lingkungan dalam penggunaannya sehari-hari.

Berikut sejarah penghapus dari awal sampai modern dikutip dari laman daysoftheyear oleh JawaPos.com, Rabu (25/9):

1. Penggunaan roti sebagai penghapus awalnya (1500-an): Sebelum ditemukan penghapus modern, orang-orang pada abad ke-16 menggunakan roti basah atau remah roti untuk menghapus tulisan pensil.

Cara ini dilakukan hingga pertengahan abad ke-18, meskipun tidak terlalu efektif dan bisa membuat kotor kertas.

2. Penemuan penghapus karet (1770): Joseph Priestley, seorang ilmuwan Inggris, menemukan bahwa getah karet dapat digunakan untuk menghapus tanda pensil.

Penemuan ini menggantikan metode tradisional dengan remah roti dan menjadi awal dari pengembangan penghapus modern yang lebih praktis.

3. Penggunaan karet alam (akhir 1700-an): Pada akhir abad ke-18, penghapus terbuat dari getah karet alami yang dipanen dari pohon.

Namun, karet alam sering kali keras dan mudah hancur, sehingga penghapus modern mulai menggunakan karet sintetis yang lebih tahan lama dan efisien.

4. Penggabungan dengan pensil (1858): Hyman Lipman mematenkan desain pensil dengan penghapus di ujungnya.

Inovasi ini memudahkan pengguna untuk segera menghapus kesalahan tanpa perlu mencari penghapus terpisah. Pensil berpenghapus ini tetap digunakan luas di sekolah-sekolah hingga kini.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore