
Ilustrasi volatilitas pasar kripto. (English Saga).
JawaPos.com - Dalam beberapa tahun terakhir, metode penggalangan dana on-chain seperti ICO, IEO, dan launchpad menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi digital berbasis blockchain.
Namun, di balik peluang besar tersebut, terdapat risiko signifikan berupa penipuan, kecurangan pengembang, dan hilangnya dana investor. Di Indonesia, wacana regulasi semakin menguat seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kripto, sementara OJK mulai menyusun kerangka pengawasan yang lebih kuat.
Tantangannya adalah bagaimana menciptakan sistem izin yang aman, transparan, dan terukur, tanpa menghentikan inovasi startup Web3 yang membutuhkan akses pendanaan cepat dan berbasis komunitas.
Perkembangan ICO, IEO, dan Launchpad dalam Ekosistem Global
ICO (Initial Coin Offering) mulai populer pada 2017, ketika banyak proyek blockchain menawarkan token langsung kepada publik tanpa perantara. Namun, menurut Chainalysis dan The Wall Street Journal, lebih dari 80% ICO periode tersebut mengandung unsur penipuan atau gagal memberikan produk yang dijanjikan.
Model ICO kemudian berkembang menjadi IEO (Initial Exchange Offering), di mana bursa kripto menyaring proyek sebelum ditawarkan kepada pengguna. Binance Launchpad menjadi contoh global yang sukses, menciptakan standar seleksi yang ketat dan transparan.
Kini, banyak proyek Web3 modern mengandalkan launchpad berbasis DEX dan model komunitas terdesentralisasi untuk menggalang dana. Hal ini memperlihatkan bahwa inovasi pendanaan on-chain terus beradaptasi, meskipun risiko tetap tinggi.
Potensi dan Risiko dalam Mekanisme Penggalangan Dana On-Chain
ICO dan IEO memberikan peluang besar bagi startup Web3 untuk mengakses modal dalam waktu singkat. Model ini memungkinkan tokenomics yang lebih kreatif, insentif komunitas, serta keterlibatan investor global sejak tahap awal. Namun, risiko bagi investor juga sangat nyata, seperti:
• Proyek dapat menggembungkan valuasi tanpa dasar yang jelas.
• Token dapat dirilis tanpa audit smart contract yang layak.
• Pengembang dapat menghilang setelah menerima dana.
• Informasi finansial jarang diawasi regulator.
Di Indonesia dan global, banyak proyek gagal karena kurangnya transparansi. Laporan CertiK mencatat bahwa industri blockchain kehilangan miliaran dolar setiap tahun akibat peretasan, rug pull, dan manipulasi token.
Mengapa Indonesia Perlu Kerangka Regulasi untuk ICO dan IEO?
Indonesia kini menjadi salah satu pasar aset digital terbesar di Asia Tenggara. Data Bappebti menunjukkan jutaan pengguna telah terdaftar dalam ekosistem perdagangan aset digital, dan minat terhadap token Web3 makin meningkat. Karena itu, penggalangan dana on-chain menjadi relevan bagi startup lokal yang membutuhkan akses modal.
Namun, tanpa regulasi yang jelas, ICO/IEO berpotensi menciptakan gelombang kasus penipuan baru. Contoh kasus global seperti PlusToken, OneCoin, atau proyek tanpa audit yang menghilang setelah penggalangan dana menjadi pelajaran penting bagi regulator Indonesia.
OJK dan Bappebti mulai mempertimbangkan regulasi yang memadukan inovasi dengan perlindungan konsumen. Tantangannya adalah menjaga keseimbangan tidak terlalu ketat hingga membunuh inovasi, tetapi cukup kuat untuk mencegah kerugian investor.
Tantangan Utama dalam Mengatur ICO, IEO, dan Launchpad
Regulasi penggalangan dana berbasis token tidak sesederhana mengatur sekuritas tradisional. Beberapa tantangan yang harus dipertimbangkan meliputi:
1. Sifat Token yang Multiguna
Token bisa menjadi utilitas, sekuritas, atau governance token. Klasifikasi ini menentukan bagaimana regulator akan mengatur proses penjualannya.
2. Transparansi dan Audit Teknologi
Smart contract harus melalui audit keamanan yang ketat, namun banyak startup belum memiliki sumber daya atau keahlian untuk memenuhinya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022