
Ilustrasi kebijakan Donald Trump berimbas pada naiknya harga aset kripto. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – CEO sekaligus Founder Triv, Gabriel Rey, menilai masa depan kripto akan sangat cerah selama Donald Trump menjabat Presiden Amerika Serikat. Ia menyebut empat tahun ke depan bisa menjadi masa emas bagi Bitcoin dan pasar kripto global.
“Kalau saya melihatnya lebih ke arah selama pemerintahan administrasi masih dipegang Trump, sudah tutup mata saja pegang Bitcoin, empat tahun ke depan pasti jaya,” kata Rey saat berbincang dengan JawaPos.com, Jumat (19/9)
Optimisme Rey tidak lepas dari beberapa kebijakan besar yang disebut pro-kripto. Pertama, Trump disebut berencana menekan suku bunga Amerika Serikat hingga ke level 1 persen.
“Sekarang kan masih 4 koma sekian, tapi akan ditekan jadi 1 persen. Kita lihat di Bloomberg Terminal, dalam satu tahun ke depan akan ada enam kali lagi pemotongan suku bunga,” jelas Rey.
Kedua, Trump lewat kebijakan big beautiful bill berencana melepaskan dana USD 10 triliun (setara Rp 166.000 triliun, kurs Rp 16.650 per USD) ke pasar dalam 5 sampai 10 tahun.
Skema ini mirip dengan quantitative easing saat pandemi, yang memicu arus dana besar masuk ke aset berisiko termasuk kripto.
Ketiga, aturan baru yang memperbolehkan dana pensiun 401(k) warga Amerika Serikat masuk ke aset kripto. Dana pensiun itu bernilai sekitar USD 12 triliun (Rp 194.400 triliun).
“Kalau 10 persennya saja masuk, itu sudah 1,2 triliun dolar (Rp 19.440 triliun) yang akan masuk ke pasar kripto,” kata Rey.
CEO Triv itu menekankan, kondisi ini berbeda dengan siklus sebelumnya. Jika dulu pasar kripto hanya digerakkan investor ritel, kini arus dana institusi menjadi faktor kunci.
“Makanya saya bolak-balik bilang, in the long run, there is no talk for Bitcoin (dalam jangka panjang, Bitcoin tidak perlu diragukan lagi),” ujarnya.
Ia juga menyebut keluarga Trump sendiri sudah memiliki eksposur besar di kripto, sehingga kecil kemungkinan kebijakan yang diambil akan merugikan industri ini.
“Keluarga Trump ini bertambah kaya 21 triliun dari kripto doang. Berarti kan nggak mungkin si Trump ini bikin kebijakan yang merugikan dirinya sendiri apalagi keluarganya,” kata Gabriel.
Dengan kombinasi suku bunga rendah, stimulus likuiditas besar, serta aturan pro-kripto, Gabriel menyimpulkan empat tahun ke depan akan sangat positif bagi Bitcoin maupun pasar saham Amerika Serikat.
“Selama masih dipegang Trump, saya bilang the next 4 years will be the golden year for crypto and US stocks,” tegasnya.
