
Ilustrasi: menderita penyakit diabetes maka harus menjaga gaya hidup dan pola makan
JawaPos.com - Orang dengan diabetes harus berkonsultasi terlebih dahulu saat hendak berpuasa Ramadan. Hal itu agar gula darah stabil dan terkendali.
Diabetes UK telah mengeluarkan panduan untuk orang yang hidup dengan diabetes yang sedang mempertimbangkan untuk berpuasa Ramadan. Salah satunya penting untuk bicara dulu dengan tim dokter untuk mengatur pola makan yang tepat saat berpuasa bagi pasien diabetes.
"Penting untuk mendiskusikan dengan tim kesehatan Anda bagaimana hidup dengan diabetes. Memahami risiko akan bergantung pada jenis diabetes yang Anda jalani apakah terkontrol atau tidak, lalu jenis obat yang Anda gunakan untuk mengelola diabetes dan apakah disertai komplikasi penyakit lain," kata pernyataan resmi Diabetes UK.
Misalnya, pengidap diabetes tipe 2 yang mengatur pola makan dan gaya hidup saja, atau yang mengonsumsi satu obat diabetes, akan memiliki risiko lebih rendah saat berpuasa jika mereka sudah menjaga kadar gula darah rata-rata (HbA1c) dalam kisaran yang sehat.
Jika sudah diizinkan berpuasa oleh dokter, umumnya terdapat 4 panduan sehat bagi pasien diabetes untuk berpuasa.
Profesor Diabetes dan Endokrinologi, Dokter Konsultan, dan Direktur Klinis Diabetes di University Hospital Birmingham, Profesor Wasim Hanif, menyarankan orang untuk mengikuti saran yang diajukan oleh Diabetes UK. Menurutnya Ramadan adalah waktu yang sangat penting bagi umat Islam di seluruh dunia.
"Penting untuk memastikan bahwa orang yang hidup dengan diabetes hanya berpuasa setelah mendiskusikannya terlebih dahulu dengan tim diabetes mereka," ujarnya seperti dilansir dari Birmingham Mail, Minggu (17/4).
1. Periksa gula darah lebih sering
Jika berpuasa dan menderita diabetes, maka perlu memeriksa kadar gula darah lebih sering dan memiliki strip tes yang cukup untuk melakukannya. Jika gula darah turun, maka Anda harus berbuka puasa dan minum beberapa cairan manis diikuti dengan perhatian medis. Sebaliknya, Diabetes UK memperingatkan gula darah yang tinggi dapat meningkatkan risiko dehidrasi, yang dapat membuat Anda merasa pusing dan lelah. Jika gula darah tak stabil dan Anda tidak membatalkan puasa, kondisi ini dapat menyebabkan ketoasidosis diabetik (DKA) atau kondisi serius yang memerlukan perawatan di rumah sakit.
2. Pastikan obat yang sesuai
Selama puasa Ramadan, pasuen mungkin perlu melakukan perubahan pada tablet diabetes Anda seperti beralih ke jenis atau dosis yang berbeda. Jadi pastikan untuk memeriksakan diri ke dokter. Juga, jenis insulin mungkin perlu diubah.
3. Jangan melewatkan sahur
Penting untuk tidak melewatkan sahur di pagi hari sebelum puasa dimulai. Makanan berserat tinggi seperti sereal atau gandum, atau beras merah adalah pilihan ideal karena lebih lambat diserap dan akan membantu menjaga kadar gula darah dalam kisaran yang aman saat berpuasa..Lentil, buncis dan kacang-kacangan adalah sumber protein yang baik dan juga tinggi serat. Makanlah dengan buah dan sayuran untuk mencegah sembelit dan menjaga kesehatan jantung.
4. Buka puasa dengan cara yang benar
Puasa diakhiri dengan makan malam. Sebelum itu, biasanya makan kurma segera setelah puasa berakhir karena kaya akan gula alami dan serat untuk mengisi kembali tubuh. Dua buah kurma besar dapat menyediakan sekitar 20g karbohidrat, yang hampir sama dengan sepotong roti sedang. Penderita diabetes disarankan untuk makan satu buah kurma saja dengan minuman bebas gula seperti segelas air putih.
Hindari minuman bersoda atau jus buah karena ini akan meningkatkan gula darah dan membuat Anda merasa lebih haus.
Batasi makanan yang digoreng atau berminyak karena ini dapat menyebabkan penambahan berat badan dan meningkatkan kolesterol darah dan tekanan darah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022