Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Januari 2025, 20.13 WIB

Seminar Medis The Last Trends in Ear Health Perdalam Pengetahuan tentang Kesehatan Pendengaran

Seminar medis The Last Trends in Ear Health: Diagnostic and Technological Innovation for Hearing Care di Sheraton Hotel Gandaria City, Jakarta, Minggu (12/1). (Istimewa) - Image

Seminar medis The Last Trends in Ear Health: Diagnostic and Technological Innovation for Hearing Care di Sheraton Hotel Gandaria City, Jakarta, Minggu (12/1). (Istimewa)

JawaPos.com–Mitra Keluarga Kelapa Gading selenggarakan seminar medis bertajuk The Last Trends in Ear Health: Diagnostic and Technological Innovation for Hearing Care di Jakarta, Minggu (12/1). Acara dihadiri 100 dokter spesialis THT, dokter anak, dan dokter umum, dari Jakarta dan sekitarnya, menjadi ajang untuk memperdalam pengetahuan tentang tren terbaru dalam kesehatan pendengaran. Termasuk inovasi diagnostik dan teknologi terbaru dalam perawatan telinga.

Seminar itu bagian dari peresmian Jakarta Ear and Hearing Center (JEHC), pusat layanan kesehatan unggulan untuk deteksi dini dan perawatan gangguan pendengaran. Peresmian mencerminkan komitmen Mitra Keluarga Grup dalam berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD., PhDmenyatakan, pemerintah mendukung pengembangan fasilitas kesehatan yang berfokus pada penanganan gangguan pendengaran dan kesehatan telinga. JEHC diharapkan menjadi pusat rujukan nasional untuk diagnosis, perawatan, dan rehabilitasi pasien dengan masalah pendengaran.

”Hal ini sejalan dengan visi pemerintah dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan khusus,” papar Dante Saksono Harbuwono.

Direktur Mitra Keluarga Kelapa Gading dr. Ronald Reagan, M.M., MARS menyampaikan, terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pihaknya memilih tema pendengaran karena ingin memastikan bahwa setiap anak dan masyarakat Indonesia memiliki akses yang setara terhadap layanan kesehatan pendengaran.

”Kami juga ingin memberi informasi dan edukasi terkait deteksi dini dan pengobatan gangguan pendengaran, termasuk penerapan implan koklea untuk membantu mereka yang kehilangan pendengaran,” ujar Ronald Reagan.

”Kami ingin menjadikan Jakarta Ear and Hearing Center sebagai pusat rujukan bagi masyarakat dan profesional medis yang membutuhkan informasi dan teknologi terkini di bidang pendengaran. Kami berharap dapat menjangkau lebih banyak pasien yang membutuhkan perawatan pendengaran, serta mendukung tenaga medis dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka,” kata Ronald Reagen.

Dr. dr. Harim Priyono, Sp. T.H.T.B.K.L., Subsp. Oto. (K) menyampaikan, dengan adanya pusat layanan seperti JEHC, kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan telinga dan pendengaran akan semakin meningkat. Diharapkan penanganan gangguan pendengaran di Indonesia dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.

 Kedutaan Australia memberikan dukungan penuh kepada Jakarta Ear and Hearing Center untuk menjadi pusat layanan telinga dan pendengaran yang komprehensif. Australia berkomitmen meningkatkan kesehatan pendengaran di Indonesia dan memastikan akses yang lebih baik terhadap layanan diagnostik dan perawatan.

”Jakarta Ear and Hearing Center diharapkan dapat mengembangkan program-program yang lebih inovatif dan efektif dalam menangani berbagai masalah pendengaran. Serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kesehatan telinga,” tutur Acting Deputy Head of Mission, Australian Embassy Tim Stapleton.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore