
Ilustrasi kondisi kuku yang sehat. (Freepik).
1. Kuku Kuning
Kuku yang menguning bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Dr. John Anthony dari Cleveland Clinic menjelaskan bahwa hal ini bisa terjadi seiring bertambahnya usia, tetapi sering juga dipicu oleh penggunaan cat kuku atau kuku akrilik. Jika kamu sering menggunakan produk tersebut, coba beri waktu istirahat pada kuku agar bisa pulih.
Selain itu, kebiasaan merokok juga dapat memberi warna kekuningan pada kuku. Kondisi lain yang lebih jarang adalah sindrom kuku kuning, yang dapat terjadi bersamaan dengan masalah pernapasan dan pembengkakan pada kaki. Jika kamu mencurigai mengalami sindrom ini, segera periksakan diri ke dokter.
2. Kuku Kering, Retak, atau Rapuh
Kuku yang kering, retak, atau rapuh seringkali menjadi masalah yang cukup umum. Dr. Debra Jaliman mengatakan bahwa ini bisa disebabkan oleh paparan bahan kimia seperti pembersih atau penghapus cat kuku, serta kebiasaan mencuci piring tanpa pelindung tangan. Selain itu, kondisi lingkungan yang kering juga dapat mempengaruhi kelembapan kuku.
Namun, jika kuku rapuh terus berlanjut, bisa jadi ini tanda dari hipotiroidisme, kondisi di mana kelenjar tiroid berfungsi terlalu lambat. Untuk merawat kuku kering, kamu bisa mengoleskan lotion pelembap yang mengandung asam hialuronat atau shea butter. Jika kondisi ini tidak membaik, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
3. Kuku Menggembung (Clubbing)
Jika ujung jari kamu terlihat membengkak dan kuku menjadi melengkung, ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada hati atau ginjal. Dr. Anthony menjelaskan bahwa clubbing juga bisa terjadi pada gangguan paru-paru atau pencernaan, seperti kanker paru-paru. Jika mengalami kondisi ini, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
4. Titik Putih pada Kuku
Titik putih yang muncul pada kuku sering disebut leukonychia dan biasanya tidak berbahaya. Menurut Dr. Anthony, titik putih ini seringkali akibat trauma ringan pada kuku dan tidak terkait dengan kekurangan kalsium. Meskipun demikian, jika titik putih tersebut disertai gejala lain, ini bisa menjadi tanda masalah kesehatan serius, seperti gagal hati atau ginjal. Jika kamu menemukan titik putih yang mencurigakan, sebaiknya segera periksakan ke dokter.
5. Garis Horizontal atau Vertikal pada Kuku
Garis pada kuku, baik horizontal maupun vertikal, bisa menunjukkan masalah kesehatan tertentu. Garis horizontal, yang dikenal dengan Beau's lines, biasanya muncul akibat trauma pada kuku atau saat tubuh berjuang melawan penyakit. Garis ini juga bisa muncul sebagai efek samping dari pengobatan, seperti kemoterapi.
Sementara itu, garis vertikal sering kali merupakan tanda alami penuaan. Namun, jika disertai kuku yang terbelah, ini bisa terkait dengan alopecia areata, kondisi yang menyebabkan rambut rontok pada beberapa bagian kulit kepala. Jika kamu merasa khawatir dengan kondisi kuku, segeralah periksa ke dokter.
6. Kuku Terlalu Sering Digigit
Gigit kuku adalah kebiasaan yang sering dipicu oleh stres. Namun, jika kebiasaan ini berlebihan, bisa menjadi tanda gangguan obsesif-kompulsif (OCD). Dr. Jaliman menyarankan penggunaan produk dengan rasa pahit yang dioleskan pada kuku atau berkonsultasi dengan psikolog jika kebiasaan ini berlanjut. Mengatasi kebiasaan menggigit kuku membutuhkan pendekatan yang tepat agar dapat teratasi dengan baik.
