
Ilustrasi perempuan sedang merasakan sakit kepala dan nyeri perut.
JawaPos.com – Jika seseorang sering merasakan sakit kepala yang berkelanjutan, hal tersebut bisa terjadi bukan hanya karena menderita penyakit tertentu melainkan bisa terjadi karena kebiasaan sehari-hari.
Mudah untuk berasumsi bahwa dehidrasi mungkin menjadi penyebabnya. Namun, jika Anda sudah mencoba minum lebih banyak air dan kepala Anda masih berdenyut, mungkin ada hal lain yang terjadi.
Sakit kepala dapat terjadi karena berbagai alasan lainnya. Berikut 5 alasan seseorang sering menderita sakit kepala seperti dilansir dari laman Eating Well.
Kecerahan dan cahaya bisa menjadi salah satu penyebab utama, hal ini mencakup segala hal mulai dari lampu LED, lampu neon yang terang, hingga layar dan cahaya biru dari layar seperti ponsel dan komputer.
Menatap layar juga dapat menyebabkan mata tegang, serta pemicu sakit kepala lainnya. Cobalah untuk mengurangi waktu Anda di depan layar serta pertimbangkan untuk membeli anti radiasi, yang dapat Anda gunakan saat menggunakan layar biru.
Tingkat stres seseorang dapat memengaruhi frekuensi dan tingkat keparahan sakit kepala. Stres membuat otot-otot menjadi tegang dan menyebabkan sakit kepala. Jika Anda terus-menerus terbangun dengan sakit kepala, itu merupakan indikator kualitas tidur yang buruk. Bukan hanya itu saja suara keras dan banyak suara dalam waktu lama benar-benar dapat menyebabkan sakit kepala.
Stres juga dapat menyebabkan Anda mengerutkan bahu, menimbulkan ketegangan otot di kepala dan bahu, dan bahkan membuat Anda menggertakkan gigi, yang semuanya dapat menyebabkan sakit kepala.
Postur tubuh seseorang dapat berperan penting dalam menyebabkan sakit kepala menjadi tegang. Penelitian mengungkapkan bahwa postur tubuh yang buruk, termasuk membungkukkan leher secara berlebihan untuk melihat layar, dapat menyebabkan sakit kepala karena ketegangan.
Ketegangan otot akibat posisi ini bisa jadi penyebabnya,Tindakan dan gerakan pada tubuh ini dapat memberi tekanan pada punggung atas, bahu, leher, dan kepala, serta dapat menyebabkan sakit kepala.
Selain tidak cukup minum, terlalu sedikit kalori atau karbohidrat juga dapat membuat kepala Anda sakit, terutama jika Anda rentan terhadap sakit kepala. Mengonsumsi cukup makanan, selain memilih pilihan yang seimbang, menjaga kadar gula darah tetap stabil dan dapat mencegah sakit kepala atau bahkan meredakannyaTerkadang yang Anda butuhkan hanyalah camilan. Pemicu nutrisi seperti alkohol, kafein, dan natrium juga berpotensi memicu sakit kepala
Meskipun obat pereda nyeri dapat meredakan nyeri bagi kebanyakan orang, obat tersebut dapat memperburuk gejala dalam beberapa kasusBeberapa obat memiliki efek samping yang meliputi sakit kepala, seperti obat pereda nyeri tertentu, antihistamin, dan obat tekanan darah. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda merasa hal ini terjadi pada Anda.
***
