
TERUS BERINOVASI: Bali International Hospital memaparkan berbagai inovasi layanan kesehatan yang bertumpu pada sinergi antara BUMN dan mitra internasional. (Istimewa)
JawaPos.com - Bali International Hospital (BIH), yang berada di bawah naungan PT Pertamina Bina Medika IHC (IHC), semakin mendekati realisasi visi pelayanan kesehatan berstandar internasional di Indonesia. Dalam acara Corporate Gathering bertema “A Culture of Care” di Hotel Pullman Thamrin, BIH memaparkan berbagai inovasi layanan kesehatan yang bertumpu pada sinergi antara BUMN dan mitra internasional.
Sebagai holding rumah sakit milik negara, IHC mengelola 36 rumah sakit secara langsung dan 39 rumah sakit afiliasi di seluruh Indonesia. Kini, IHC memperkenalkan BIH sebagai wujud nyata komitmennya terhadap peningkatan layanan kesehatan di Tanah Air. Rumah sakit ini dijadwalkan beroperasi pada pertengahan 2025 dan dirancang untuk mendukung Medical Tourism di Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan, Sanur. BIH membawa misi besar merevolusi layanan kesehatan nasional melalui teknologi mutakhir, tenaga medis terbaik, serta kemitraan dengan institusi global.
Proyek BIH mendapatkan dukungan penuh dari PT Pertamina (Persero), Swire Group, dan Indonesia Investment Authority (INA). PT Pertamina (Persero), sebagai induk PT Pertamedika IHC, berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional. Swire Group, perusahaan dengan reputasi global dalam pengelolaan infrastruktur berkelas dunia, menyumbangkan keahliannya dalam manajemen operasional. Sementara itu, INA memastikan proyek ini sejalan dengan strategi nasional dalam menarik investasi internasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
TERUS BERINOVASI: Bali International Hospital memaparkan berbagai inovasi layanan kesehatan yang bertumpu pada sinergi antara BUMN dan mitra internasional. (Istimewa)
Kolaborasi BIH dengan mitra internasional, seperti Icon Cancer Centre, Innoquest, dan SingHealth, memberikan akses langsung pada pengembangan kapasitas klinis, transformasi layanan keperawatan, serta perbaikan alur pelayanan pasien. Dalam acara di Pullman Jakarta, mitra-mitra tersebut memaparkan kontribusinya pada pengembangan layanan kanker, laboratorium canggih, dan transfer teknologi.
Digitalisasi menjadi sorotan utama dalam layanan BIH, mencakup implementasi Electronic Medical Records (EMR), telemedicine, dan aplikasi kesehatan khusus. Fasilitas modern seperti layanan onkologi terintegrasi dengan terapi radiasi presisi, MRI 3 Tesla untuk pencitraan diagnostik berkualitas tinggi, dan laboratorium mutakhir memastikan BIH memenuhi standar internasional. Teknologi ini memungkinkan diagnosis lebih cepat dan akurat, memberikan nilai tambah bagi pasien.
Direktur Utama PT Pertamedika Bali Hospital, dr Dewi F. Fitriana, MPH, menyatakan bahwa sinergi antara BUMN dan sektor swasta menjadi kunci transformasi layanan kesehatan di Indonesia. “Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan mempercepat pencapaian layanan kesehatan berstandar internasional yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Acara ini menandai langkah penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menghadirkan solusi kesehatan yang unggul dan terintegrasi.
