
Ilustrasi orang overthinking (Mikhail Nilov/pexels.com)
JawaPos.com – Pikiran obsesif atau dikenal sebagai intrusive thoughts merupakan runtutan pikiran negatif yang sulit dihilangkan. Pikiran ini dapat menjadi gejala dari gangguan mental seperti kecemasan, depresi, atau bahkan obsessive-compulsive disorder (OCD).
Pikiran obsesif yang dibiarkan terus-menerus dapat memengaruhi kesehatan mental Anda. Berikut adalah 6 langkah efektif yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi atau menjeda pikiran obsesif:
Banyak orang cenderung mengabaikan atau menimbun pikiran negatif. Namun, cara ini justru dapat memperparah kondisi Anda.
Sebagai langkah awal, perhatikan kapan pikiran obsesif muncul. Kesadaran ini sering kali membantu pikiran negatif hilang dengan sendirinya.
Pikiran obsesif biasanya berkaitan dengan masalah yang belum selesai atau ekspektasi yang terlalu tinggi.
Banyak obsesi muncul karena Anda tidak bisa melepaskan sesuatu yang sudah terjadi. Penting untuk memahami bahwa masa lalu tidak dapat diubah, tetapi Anda masih memiliki masa depan.
Latih diri untuk menerima bahwa beberapa hal memang berada di luar kendali Anda.
Pikiran obsesif sering kali muncul dari asumsi negatif tentang diri sendiri. Misalnya:
Latih diri untuk mulai mengubah asumsi negatif menjadi pandangan yang lebih positif.
Ada dua cara untuk membuyarkan pikiran obsesif:
Jika langkah-langkah di atas tidak cukup membantu, penting untuk mencari bantuan profesional.
Psikolog dapat memberikan diagnosa, terapi, atau teknik yang lebih terarah untuk membantu Anda mengatasi pikiran obsesif.
Pikiran obsesif bisa menjadi penghalang dalam kehidupan sehari-hari jika tidak ditangani dengan tepat. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Anda dapat mulai mengambil alih kendali atas pikiran Anda.
Jika pikiran obsesif terus berlanjut atau semakin parah, jangan ragu untuk menghubungi psikolog. Ingat, kesehatan mental adalah bagian penting dari kesejahteraan hidup Anda.
