Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Juli 2023, 00.03 WIB

Hidup dengan Satu Ginjal Tak Berdampak Signifikan asal Ginjal Tersisa Sehat

ilustrasi gagal ginjal. Dinkes/Antara - Image

ilustrasi gagal ginjal. Dinkes/Antara

JawaPos.com - Meski diciptakan sepasang, ternyata hidup dengan satu ginjal tidak memiliki dampak signifikan bagi kesehatan tubuh. Asal ginjal tersisa dalam kondisi sehat dan normal.

”Organ lain dalam tubuh biasanya akan tetap berfungsi dengan baik meski hanya satu ginjal yang tersisa,” kata dokter spesialis penyakit dalam RSUD dr Soetomo Dana Pramudya kepada Jawa Pos kemarin (23/7).

Dana menyebutkan, ada beberapa sebab hanya berfungsinya satu ginjal.

Selain karena donor, bisa juga karena penyakit seperti gangguan ginjal akut atau tumor di salah satu sisi.

Dia menyatakan, ginjal adalah organ yang kuat dan dapat menyesuaikan diri. Ketika salah satu tidak berfungsi, satu ginjal lainnya dapat mengambil alih pekerjaan kedua ginjal.

”Namun, ginjal adalah organ penting dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, membuang limbah dan racun dari darah, serta membantu dalam produksi sel darah merah. Jadi, jika ginjal yang tersisa tidak berfungsi dengan baik, ini bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti penyakit ginjal kronis,” ujarnya.

Lulusan postgraduate transplant nephrology (ginjal) di AMC, Amsterdam, Belanda, itu menyebutkan, risiko seseorang mengalami masalah ginjal di masa depan bisa terjadi jika tidak menjaga kesehatan ginjal dengan baik. Contohnya dengan minum cukup air, menjaga diet yang seimbang, dan menghindari zat-zat berbahaya seperti alkohol serta obat-obatan tertentu. Memiliki dua ginjal pun punya risiko yang sama jika tidak menjaga kesehatan.

Dia menganjurkan pemilik satu ginjal agar terus berpola hidup sehat. Selain itu, rutin memeriksakan kesehatan ginjalnya. Apalagi jika punya kondisi komorbid seperti diabetes dan hipertensi.

”Sebagian besar orang yang hanya memiliki satu ginjal dapat menjalani kehidupan yang normal dan sehat. Tidak akan merasa lebih mudah lelah atau tidak dapat bekerja keras,” ungkapnya.

Sebenarnya, lanjut dia, donor ginjal sudah awam di dunia medis. Namun, itu tidak bisa dilakukan sembarangan. Sebab, ada serangkaian tes medis yang harus dilalui.

”Tes-tes itu dirancang untuk memastikan bahwa donor dan penerima cocok satu sama lain, donor dalam kondisi kesehatan yang baik, dan mereka dapat menjalani operasi dan pemulihan dengan aman,” ucapnya.

Tes-tes yang harus dilakukan, antara lain, tes darah, tes urine, radiologi, dan biopsi ginjal bila diperlukan. ”Jadi, tidak mungkin memberikan atau menerima ginjal tanpa melakukan tes lab terlebih dahulu,” imbuhnya. (lyn/c19/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore