Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Maret 2026, 06.10 WIB

Tak Perlu Bersikap Kasar! Ini 7 Tips Membungkam Orang yang Sok Tahu Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang benar-benar elegan./Freepik/freepik - Image

Ilustrasi seseorang yang benar-benar elegan./Freepik/freepik

JawaPos.com - Berinteraksi dengan orang sok tahu bisa menjadi tantangan yang nyata, terutama saat Anda berusaha untuk menjaga keakraban dengan orang tersebut.

Mereka adalah orang-orang yang cenderung mendominasi percakapan, yang sering kali menyulitkan orang lain untuk berkontribusi. Meskipun menggoda untuk langsung mendiamkannya, ada batasan tipis antara bersikap tegas dan bersikap kasar.

Di sinilah psikologi akan berperan. Dengan menggunakan wawasan psikologi, terdapat cara-cara halus untuk mendorong individu ini agar mengambil langkah mundur tanpa menimbulkan ketidaknyamanan.

Dilansir dari Geediting, inilah tujuh strategi cerdas yang didasarkan pada psikologi untuk membantu Anda menangani orang yang sok tahu dengan baik.

1. Gunakan kekuatan diam

Diam, percaya atau tidak, adalah salah satu alat paling ampuh dalam gudang komunikasi kita. Orang yang sok tahu sering kali begitu tenggelam dalam narasi mereka sendiri sehingga mereka tidak menyadari bahwa mereka memonopoli pembicaraan.

Jeda singkat, hening sejenak dari pihak Anda, terkadang dapat berfungsi sebagai peringatan. Dengan sengaja memilih untuk tidak bersaing dengan ocehan mereka, Anda membiarkan mereka mendengar suara mereka sendiri bergema kembali kepada mereka.

Hal ini dapat mendorong kesadaran diri dan membuka ruang bagi orang lain untuk berkontribusi. Pertahankan bahasa tubuh yang terbuka dan terus tunjukkan minat pada percakapan. Kuncinya adalah membiarkan diam Anda berbicara lebih keras daripada kata-kata.

2. Ajukan pertanyaan terbuka

Ini adalah teknik yang sangat berguna dalam interaksi pribadi dan profesional. Alih-alih mencoba menyela atau menantang secara langsung, mulailah dengan mengajukan pertanyaan terbuka.

Hal ini akan membuat orang yang sok tahu berpikir lebih dalam dan menjelaskan pikirannya lebih menyeluruh. Perubahan dinamika ini memungkinkan orang lain menyumbangkan gagasan mereka sendiri tanpa merasa seperti sedang berebut waktu tayang.

Pertanyaan terbuka menciptakan ruang untuk dialog, mengubah orang yang sok tahu menjadi kontributor yang berharga dalam percakapan.

3. Tegaskan dirimu dengan kebaikan

Terkadang, satu-satunya cara untuk menyela pembicaraan adalah dengan menegaskan diri sendiri. Namun, bagaimana cara melakukannya tanpa terkesan agresif atau kasar?

Kuncinya di sini adalah bersikap tegas tetapi baik hati. Anda dapat mengungkapkan sudut pandang Anda tanpa merendahkan sudut pandang mereka. Pendekatan ini mengakui kontribusi mereka tetapi juga memberi sinyal bahwa Anda memiliki sesuatu yang penting untuk ditambahkan.

Ini tentang menemukan keseimbangan antara didengarkan dan menjaga rasa hormat. Seperti yang dikatakan psikolog Abraham Maslow, “Seseorang dapat memilih untuk kembali menuju keamanan atau maju menuju pertumbuhan.”

Menegaskan diri sendiri mungkin terasa tidak nyaman pada awalnya, tetapi itu adalah langkah penting menuju pertumbuhan pribadi dan profesional. Jangan biarkan rasa takut diganggu orang lain menghalangi Anda untuk mengekspresikan pikiran dan ide Anda.

4. Gunakan humor sebagai alat pengalihan perhatian

Humor, jika digunakan dengan tepat, dapat menjadi cara yang sangat baik untuk meredakan ketegangan dan mengubah dinamika percakapan. Sebuah penelitian menemukan bahwa humor dapat berfungsi sebagai “pelanggaran yang tidak berbahaya”.

Ini memungkinkan kita untuk menantang atau mempertanyakan orang lain tanpa menyinggung perasaan orang lain. Dalam percakapan dengan orang yang sok tahu, lelucon ringan atau komentar jenaka dapat menghentikan alur pembicaraannya, mengatur ulang pembicaraan, dan memberi kesempatan bagi orang lain untuk ikut berkomentar.

Namun ingat, tujuannya bukanlah untuk mengolok-olok mereka atau meremehkan pengetahuan mereka. Sebaliknya, tujuannya adalah menggunakan humor sebagai alat untuk mengalihkan fokus dan mengembalikan keseimbangan dalam percakapan.

5. Tetapkan batasan dengan hormat

Menetapkan batasan merupakan bagian penting dari hubungan apa pun, baik profesional maupun pribadi. Begitu pula saat berhadapan dengan orang yang sok tahu.

Mengomunikasikan batasan Anda dengan jelas dapat menghasilkan percakapan yang lebih seimbang dan penuh rasa hormat. Ini tentang memberi tahu orang lain bahwa meskipun pendapat mereka dihargai, itu bukanlah satu-satunya perspektif di ruangan itu.

Misalnya, Anda bisa mengatakan sesuatu seperti, “Saya menghargai masukan Anda mengenai hal ini, tetapi saya rasa penting bagi kita untuk mendengar masukan dari orang lain juga.”

Seperti yang pernah dikatakan oleh psikolog terkenal sekaligus penyintas Holocaust Viktor Frankl, “Antara stimulus dan respons terdapat ruang. Di ruang tersebut terdapat kekuatan kita untuk memilih respons kita.”

Dengan menetapkan batasan, Anda hanya menggunakan kekuatan Anda untuk memilih respons yang lebih menghargai dan inklusif. Hal ini tidak hanya menguntungkan Anda, tetapi juga semua orang yang terlibat dalam percakapan tersebut.

6. Berlatih empati

Memahami sudut pandang mereka sebenarnya dapat membantu Anda menavigasi situasi secara lebih efektif. Banyak orang sok tahu berperilaku seperti itu karena mereka mencari validasi atau merasa tidak aman dengan pengetahuan atau status mereka.

Memahami hal ini dapat mengubah reaksi Anda dari kesal menjadi empati. Tanggapan yang berempati seperti, "Kamu jelas tahu banyak tentang ini. Pasti butuh waktu dan usaha untuk mengumpulkan semua pengetahuan ini," dapat membantu mereka merasa diakui dan mengurangi keinginan mereka untuk mendominasi pembicaraan.

Seperti yang dikatakan psikolog terkenal Daniel Goleman, “Empati dan keterampilan sosial adalah kecerdasan sosial, bagian interpersonal dari kecerdasan emosional. Itulah sebabnya keduanya tampak serupa.”

Dengan menunjukkan empati, Anda tidak hanya meredakan situasi yang berpotensi menegangkan tetapi juga mendorong lingkungan percakapan yang lebih sehat dan lebih saling menghormati.

7. Pimpin dengan memberi contoh

Cara terbaik untuk mendorong orang yang sok tahu agar lebih inklusif dalam percakapan adalah dengan memberi contoh. Tunjukkan kepada mereka melalui tindakan Anda sendiri cara mendengarkan dengan penuh perhatian, menghargai sudut pandang yang berbeda, dan terlibat dalam dialog yang seimbang.

Seperti yang pernah dikatakan Albert Bandura, seorang psikolog terkemuka di bidang teori pembelajaran sosial, “Orang tidak hanya memperoleh pemahaman melalui refleksi, mereka juga mengevaluasi dan mengubah pemikiran mereka sendiri.”

Perilaku Anda dapat menjadi cermin bagi mereka, yang mendorong mereka untuk melakukan refleksi diri dan berubah. Jadi, jadilah perubahan yang ingin Anda lihat dalam percakapan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore