seseorang yang memiliki kecerdasan sosial yang rendah
JawaPos.com - Kesadaran sosial adalah kemampuan untuk memahami perasaan, perspektif, kebutuhan, dan dinamika sosial orang lain. Dalam konsep kecerdasan emosional yang dipopulerkan oleh Daniel Goleman, kesadaran sosial mencakup empati, kepekaan terhadap norma sosial, serta kemampuan membaca situasi secara akurat.
Namun, banyak orang merasa dirinya sudah cukup peka—padahal isi percakapan sehari-hari sering kali mengungkap sebaliknya. Psikologi sosial menunjukkan bahwa topik yang terus-menerus kita angkat dapat menjadi cerminan fokus mental, tingkat empati, dan kedewasaan emosional kita.
Dilansir dari Geediting pada Kamis (19/2), jika topik-topik berikut ini sering mendominasi percakapan Anda, mungkin ada ruang untuk meningkatkan kesadaran sosial.
Baca Juga: Orang yang Selalu Datang 5 Menit Lebih Awal Menunjukkan 8 Ciri Kepribadian yang Memprediksi Kesuksesan Jangka Panjang Menurut Psikologi
1. Terlalu Sering Membicarakan Diri Sendiri
Membagikan pengalaman pribadi adalah hal yang wajar. Namun, jika hampir setiap percakapan kembali berpusat pada “saya”, “pengalaman saya”, atau “pendapat saya”, ini bisa menjadi tanda egosentrisme sosial.
Dalam psikologi, kecenderungan ini berkaitan dengan apa yang disebut egocentric bias—yaitu kecenderungan melihat dunia terutama dari sudut pandang sendiri. Orang dengan kesadaran sosial tinggi biasanya:
Memberi ruang bagi orang lain untuk berbicara
Mengajukan pertanyaan terbuka
Menunjukkan ketertarikan tulus
Sebaliknya, jika percakapan selalu diarahkan kembali pada pengalaman pribadi tanpa benar-benar mendengarkan, hal itu menunjukkan kurangnya empati aktif.
Baca Juga: Jika Anda Sudah Pensiun dan Setiap Hari Terasa Sama, Anda Kehilangan 9 Kebiasaan Kehidupan Kerja Ini Menurut Psikologi
2. Gosip dan Membicarakan Keburukan Orang Lain
Gosip memang bagian dari dinamika sosial. Namun, jika sebagian besar percakapan berisi kritik, sindiran, atau membicarakan kekurangan orang lain, ini dapat mencerminkan rendahnya empati dan regulasi emosi.
Menurut teori perbandingan sosial dari Leon Festinger, manusia cenderung membandingkan diri dengan orang lain untuk mengevaluasi diri sendiri. Namun ketika perbandingan itu berubah menjadi kebiasaan menjatuhkan orang lain demi merasa lebih baik, itu mengindikasikan ketidakamanan yang tidak disadari.
Kesadaran sosial yang matang justru ditunjukkan dengan kemampuan:
Menjaga reputasi orang lain saat mereka tidak hadir
Menghindari penyebaran informasi yang belum tentu benar
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022