Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Maret 2025, 19.39 WIB

Psikologi Kehilangan Orang Tua Saat Remaja, Bisa Menyebabkan Risiko Kematian Dini

Kehilangan Orang Tua di Usia Remaja (pexels) - Image

Kehilangan Orang Tua di Usia Remaja (pexels)

JawaPos.com – Kehilangan orang tua pada usia berapa pun akan terasa sangat berat. Begitu juga saat seorang anak memasuki masa remaja pahitnya harus mengalami duka begitu mendalam karena orang tua harus pergi untuk selamanya.

Peristiwa tersebut bukan hanya menyisakan duka berupa tangisan, tetapi juga dampak psikologi yang tak main-main. Perubahan perilaku hingga mental pun pun ikut terguncang usai mengalaminya.

Agar lebih jelas, pahami terlebih dahulu dampak psikologi remaja yang kehilangan orang tua berikut ini.

1. Masalah Kesehatan Mental

Laman Parenting Styles menyajikan dampak psikologi dari kehilangan orang tua pada anak remaja berdasarkan studi tahun 2017 berjudul “Examining Longer-Term Effects of Parental Death in Adolescents and Young Adults: Evidence from the National Longitudinal Survey of Adolescent to Adult Health” oleh Feigelman, William, dkk.

Satu di antaranya, remaja berpotensi mengalami masalah kesehatan mental. Rasa duka yang dialami dapat membawanya pada masalah gangguan kejiwaan seperti gejala depresi yang lebih parah

2. Kenakalan Remaja

Setelah orang tersayang pergi untuk selamanya, anak remaja bisa menunjukan perubahan perilaku bersifat negatif. Bukan tidak mungkin, kenakalan mereka mengarah pada kriminal ringan.

Di sisi lain, anak juga rentan melakukan tindakan agresif, misalnya saja perkelahian dan lain sebagainya.

3. Rendahnya Kepercayaan Diri

Kehilangan menimbulkan dampak psikologi serius terhadap kepercayaan diri. Harga diri remaja yang ditinggal mati oleh orang tua cenderung lebih rendah daripada teman-teman sebaya mereka.

4. Penurunan Prestasi Anak

Masih dari studi yang sama di tahun 2017, duka dari berpulangnya orang tua mampu memicu prestasi remaja jadi menurun. Dalam proses belajar, mereka mengalami kesulitan hingga nilainya menjadi rendah.

Pada akhirnya mereka pun gagal dalam mata pelajaran di sekolah. Lebih parah lagi, anak remaja bisa sampai kehilangan minat untuk melanjutkan Pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

5. Penyalahgunaan Obat-obatan

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore