Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Januari 2025, 19.18 WIB

Wamentan Sudaryono: Presidennya sudah Prabowo, Rakyat Tidak Boleh Susah

Wamentan Sudaryono di tengah sawah bersama petanidi sela kunjungan kerja di Ogan Ilir, Sumsel, Senin (13/1). (Humas Kementan) - Image

Wamentan Sudaryono di tengah sawah bersama petanidi sela kunjungan kerja di Ogan Ilir, Sumsel, Senin (13/1). (Humas Kementan)

JawaPos.com – Kementerian Pertanian (Kementan) angkat bicara terkait keluhan harga gabah yang anjlok di bawah harga pokok pembelian (HPP). Kemenko Bidang Pangan sebelumnya menetapkan HPP gabah Rp 6.500/kg. Namun, dalam praktiknya harga di petani jauh di bawah HPP.

Wamentan Sudaryono geram dengan keluhan para petani tersebut. Dia lantas mengeluarkan ultimatum kepada Bulog. Dia meminta dalam dua hari ke depan, Bulog harus segera menyerap gabah petani. Tentunya dengan HPP yang sudah jadi kesepakatan pemerintah.

Seruan tegas itu disampaikan Sudaryono di sela kunjungan kerja di Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (13/1). Dia meminta Bulog segera melakukan penyerapan gabah petani yang sudah memasuki puncak musim panen. Baginya serapan dari Bulog itu penting, untuk menjaga harga gabah di tingkat petani tetap tinggi.

Sudaryono mengaku menerima informasi untuk wilayah Sumatera Selatan, ada laporan harga gabah di bawah Rp 5.400/Kg. "Jangan ada lagi harga gabah di bawah Rp 5.400 di tingkat petani. Saya minta tolong tengkulak jangan untung sendiri, kasihan petani," cetusnya.

Sudaryono menegaskan, dua hari lagi Bulog wajib menyerap gabah petani sesuai dengan HPP yang sudah ditetapkan oleh Presiden Prabowo, yakni Rp 6.500/Kg. Penetapan HPP itu untuk menjaga dan melindungi harga dasar gabah dan beras di tingkat petani.

"Pembelian sesuai HPP itu perlu dilakukan agar petaninya sejahtera dan supaya petaninya untung," katanya. Sebab jika petani untung, mereka semangat. Berikutnya juga menanam padi kembali lebih semangat. Sudaryono mengungkapkan, ketika petani semangat menanam padi, maka produksi nasional akan meningkat dan menekan angka impor beras.

Dia meminta para tengkulak jangan sampai menjadi penjajah baru. Dengan cara memeras petani melalui harga beli gabah yang murah. "Presidennya sudah Pak Prabowo. Nggak boleh lagi rakyat susah, itu nggak boleh lagi," tandasnya.

Sudaryono menegaskan, penurunan harga gabah sampai di bawah Rp 5.000/Kg harus direspon seluruh pihak terkait. Supaya misi utama menuju swasembada pangan harus bisa tercapai. Baginya ujung tombak menuju swasembada pangan adalah para petani. Jangan sampai upaya menyejahterakan petani dihalangi oleh tengkulak nakal. (wan/ali)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore