Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 Januari 2025, 05.22 WIB

Erick Thohir Lebih Pilih Perbaiki Terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat meninjau progres Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (1/1). (Istimewa) - Image

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat meninjau progres Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (1/1). (Istimewa)

JawaPos.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir
menyatakan pentingnya peningkatan kualitas bandara di Indonesia. Hal
itu diperlukan agar mampu bersaing dengan fasilitas serupa di
negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Menurutnya, bandara adalah jendela sebuah bangsa. Baik wisatawan maupun pengunjung yang datang dari luar negeri pasti yang pertama dilihat adalah
fasilitas, pelayanan, dan kenyamanan bandaranya.

"Kita perlu meng-upgrade bandara-bandara di Indonesia,” ujar Erick
saat meninjau progres Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (1/1), seperti dikutip dari rilis Kementerian BUMN.

Untuk tahap awal, peningkatan akan dilakukan secara bertahap.  Dimulai
dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Banten dan Bandara I Gusti
Ngurah Rai Bali. Menurutnya, upaya peningkatan kualitas bandara tidak
selalu harus dengan pembangunan terminal baru.

Itu terkait dengan rencana pembangunan Terminal 4 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang ditunda setelah dilakukan kajian ulang membutuhkan anggaran hingga Rp 14 triliun. Setelah dilakukan kajian komprehensif, ternyata
hanya perlu Rp1 triliun untuk melakukan sejumlah perbaikan.

Erick menyebut, langkah efisiensi ini tidak hanya memberikan penghematan besar, tapi juga meningkatkan kapasitas penumpang Bandara Internasional Soekarno-Hatta secara signifikan, dari 56 juta menjadi 94 juta penumpang per tahun.

"Saya mengapresiasi seluruh tim dari PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports. Di Kementerian BUMN, kami melakukan review terhadap proyek-proyek yang dinilai yang tidak efisien di BUMN," kata bebernya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore