
GARIS POLISI: Aparat kepolisian dari Polres Metro Jaksel melakukan olah TKP di rumah pelaku dan korban pembunuhan di Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Sabtu (30/11). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Remaja berinisial MAS selesai menjalani observasi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati pada Senin (6/1). Anak yang berhadapan dengan hukum dalam kasus pembunuhan ayah dan nenek di Lebak Bulus, Jakarta Selatan (Jaksel) itu kini berada di Polres Metro Jaksel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasi Humas Polres Metro Jaksel AKP Nurma Dewi memastikan, hasil observasi terhadap MAS sudah berada di tangan penyidik. "Jadi, anak yang berhadapan dengan hukum setelah kami melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, hasil pemeriksaan kejiwaannya sudah didapat. Hasilnya dikumpulkan di penyidik," terang Nurma saat diwawancarai oleh awak media pada Selasa (7/1).
Meski hasil observasi yang berlangsung selama lebih kurang 14 hari sudah berada di tangan penyidik, Nurma tidak bisa menyampaikan hal itu kepada publik. Menurut dia, yang bisa menjelaskan adalah ahli.
Dia hanya memastikan bahwa observasi yang dilakukan oleh RS Polri Kramat Jati terhadap MAS sudah tuntas dan hasilnya diserahkan kepada penyidik yang menangani kasus tersebut. MAS menjalani observasi sejak pertengahan bulan lalu. Selain memastikan MAS telah menjalani observasi di RS Polri Kramat Jati, Nurma juga menyampaikan fakta baru dalam penyidikan kasus pembunuhan tersebut.
Baca Juga: Perlu Pemeriksaan Kejiwaan, Remaja yang Bantai Keluargnya di Lebak Bulus Diobservasi 2 Minggu
Dia membenarkan bahwa MAS menggunakan penutup wajah saat menikam ayah, ibu, dan neneknya. Penutup wajah yang dipakai oleh MAS adalah kaos. Remaja berusia 14 tahun itu menggunakan kaos tersebut saat beraksi sampai sebelum meninggalkan lokasi kejadian.
"Betul dari pengakuan MAS (dia mengenakan penutup wajah)," ungkap Nurma.
Penyidik sudah menanyakan maksud dan tujuan MAS menggunakan penutup wajah tersebut. Namun demikian, pertanyaan itu belum dijawab oleh yang bersangkutan.
Menurut Nurma, penutup wajah itu pula yang membuat ibu MAS tidak yakin pelaku pembunuhan di rumahnya adalah MAS. Sebab, saat itu dia tidak bisa melihat wajah pelaku. Belakangan diketahui bahwa pelaku yang menikamkan pisau dapur kepada para korban adalah MAS.
Pembunuhan yang dilakukan oleh MAS terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Dia menikam ayah, ibu, dan neneknya.
Dari tiga korban, ayahnya yang berinisial APW dan neneknya berinisial RM meninggal dunia. Sementara ibunya berinisial AP mengalami luka berat.
Oleh petugas keamanan dan warga Perumahan Taman Bona Indah, AP langsung dibawa ke RSUP Fatmawati untuk menjalani perawatan secara intensif. "Untuk sementara ini untuk ibu (pelaku) sudah stabil. Dari luka fisik sudah membaik, kemudian kejiwaan (juga) sudah mulai membaik," terang Nurma.
