Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Januari 2025, 04.39 WIB

Kronologi Lengkap Penutupan Bar LGBT di Jaksel, Gaya Melambai Bikin Resah Warga Akhirnya Dibubarkan Paksa

Ilustrasi tempat hiburan malam. Pixabay/Antara - Image

Ilustrasi tempat hiburan malam. Pixabay/Antara

 
 
JawaPos.com - Video pembubaran pengunjung Bunker bar di salah satu mal di wilayah Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan viral di media sosial. Pembubaran dilakukan saat pesta malam pergantian tahun, Rabu (1/1) sekira pukul 01:30 WIB.
 
Bar tersebut diduga menjadi lokasi pesta Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). "Warga sudah didampingi sama untur polsek dan Babinsa Grogol Utara, artinya ada itu sudah malam, dia harusnya sudah tutup. Tapi memang yang pas keluar itu gaya kaya orang-orang begitu yang gayanya melambai begitu," ujar Camat Kebayoran Lama Iwan K Santoso kepada JawaPos.com, Senin (6/1).
 
Sementara itu, Lurah Grogol Utara Muhammad Rasyid Darwis menjelaskan, penutupan ini merupakan hasil mediasi antara warga, pihak pengelola bar, dan manajemen ITC. Mediasi dilakukan menyusul keluhan warga yang mulai muncul sejak November 2024.
 
Warga Grogol Utara mulai melayangkan protes setelah muncul laporan di media sosial terkait aktivitas yang diduga melanggar norma di bar tersebut. Meskipun lokasi bar cukup jauh dari permukiman, warga merasa resah setelah mendapati adanya dugaan praktik LGBT dan prostitusi.
 
"Media sosial menjadi pemicu. Awalnya warga hanya mendapatkan informasi dari sana, lalu beberapa orang masuk untuk memastikan dan menemukan bukti," ujar Rasyid, Senin (6/1).
 
Protes ini semakin intensif setelah warga menemukan video yang menunjukkan aktivitas di dalam bar. Hal ini mendorong mereka untuk meminta penutupan tempat tersebut.
 
"Iya, karang taruna masuk ke dalem untuk memastikan bahwa itu ada kegiatan. Ada video-videonya," terangnya. 
 
Mediasi antara warga, pengelola bar, dan pihak ITC dilakukan sebanyak tiga kali, termasuk di tingkat kecamatan. Dalam mediasi tersebut, pengelola bar menyatakan kesediaannya untuk menutup operasional per 1 Januari 2025.
 
Pada malam tahun baru, tepat pada 31 Desember 2024, bar tersebut menggelar acara terakhirnya sebelum resmi ditutup. Warga memastikan acara berakhir sesuai kesepakatan, yakni pada pukul 01.30 dini hari, dengan pengawasan ketat dari aparat kelurahan, Satpol PP, dan unsur tiga pilar lainnya.
 
"Untuk sweeping dari warga masyarakat memang mereka bersikeras tadinya mau tutup jam 2 (pagi) tapi dari warga bisa segera tutup dan tidak beroperasi soalnya mereka ada kesepakatan tutup pukul 01.30 WIB," jelasnya.
 
Saat pembubaran, sekitar 25 warga setempat mendatangi lokasi. Mereka didampingi oleh pihak kelurahan dan petugas keamanan.
 
"Tidak ada kekerasan yang dilakukan oleh warga. Semua berjalan kondusif. Setelah acara selesai, bar langsung berhenti beroperasi," kata Rasyid.
 
Saat ini, lanjut Rasyid, pengelola telah melakukan penutupan bar sesuai kesepakatan. Selain itu, saat ini juga tengah berproses penutupan bar secara permanen lantaran menyalahi aturan berlaku. Namun Rasyid enggan membeberkan lebih jauh perihal penyalahgunaan izin yang dimaksud. 
 
"Pokoknya tutup mulai tanggal 1 (Januari) tapi gak tau juga sampai kapan, tapi lagi proses penutupan permanen karena menyalahi aturan izin. Nanti pihak terkait saja yang kasih keterangan," katanya.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore