Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Januari 2025, 03.58 WIB

Lima Orang Saksi Diperiksa, Buntut Dugaan Adanya Pesta LGBT di Bar di Jaksel

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Nurma Dewi memberikan keterangan media di Jakarta, Kamis (5/1/2023). ANTARA/Yoanita HD/aa. - Image

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Nurma Dewi memberikan keterangan media di Jakarta, Kamis (5/1/2023). ANTARA/Yoanita HD/aa.

JawaPos.com - Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi menyatakan, kepolisian masih mendalami dugaan adanya pesta LGBT di New La Bungker di Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Saat ini, sudah lima orang yang merupakan warga hingga pegawai diperiksa perihal dugaan tersebut.

"Kita memeriksa dari karyawan tentunya, kemudian dari warga yang ada yang tempat kejadian waktu itu," ujar Nurma, Senin (6/1).

Polisi juga akan memeriksa rekaman CCTV untuk memperkuat bukti. Namun, hingga kini belum dijadwalkan untuk pelaksanaan olah tempat kejadian perkara (TKP) lantaran hingga kini belum ada pihak yang membuat laporan kepolisian.

"Kita akan mintai di situ kita akan cek CCTV yang ada. Nanti kita update yang kalau ada olah TKP, kita update untuk sementara ini laporan belum masuk," katanya.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa kafe tersebut telah beroperasi sejak Januari 2024. Namun, tempat tersebut tutup permanen pada 1 Januari 2025.

"Sejauh inu kita menanyakan karyawannya sudah buka satu tahun, dari mulai Januari 2024 kemudian kemarin tutup permanen tgl 1 januari 2025," terangnya.

Sebelumnya, video pembubaran pengunjung Bunker bar di salah satu mall di wilayah Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan viral di media sosial. Pembubaran dilakukan saat pesta malam pergantian tahun, Rabu (1/1) sekira pukul 01:30 WIB.

Bar tersebut diduga menjadi lokasi pesta Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

"Warga sudah didampingi sama untur polsek dan babinsa Grogol Utara, artinya ada itu sudah malam, dia harusnya sudah tutup. Tapi memang yang pas keluar itu gaya kaya orang-orang begitu yang gayanya melambai begitu," ujar Camat Kebayoran Lama Iwan K Santoso kepada JawaPos.com, Senin (6/1).

Sementara itu, Lurah Grogol Utara Muhammad Rasyid Darwis menjelaskan, penutupan ini merupakan hasil mediasi antara warga, pihak pengelola bar, dan manajemen ITC. Mediasi dilakukan menyusul keluhan warga yang mulai muncul sejak November 2024.

Warga Grogol Utara mulai melayangkan protes setelah muncul laporan di media sosial terkait aktivitas yang diduga melanggar norma di bar tersebut. Meskipun lokasi bar cukup jauh dari permukiman, warga merasa resah setelah mendapati adanya dugaan praktik LGBT dan prostitusi.

"Media sosial menjadi pemicu. Awalnya warga hanya mendapatkan informasi dari sana, lalu beberapa orang masuk untuk memastikan dan menemukan bukti," ujar Rasyid, Senin (6/1).

Protes ini semakin intensif setelah warga menemukan video yang menunjukkan aktivitas di dalam bar. Hal ini mendorong mereka untuk meminta penutupan tempat tersebut.

"Iya, karang taruna masuk ke dalem untuk memastikan bahwa itu ada kegiatan. Ada video-videonya," terangnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore